Peringati Hari Kebudayaan 2026, Pemprov NTB Ajak ASN dan Pelajar Kenakan Pakaian Adat pada 15 Oktober
Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), seluruh instansi, hingga satuan pendidikan di NTB untuk mengenakan pakaian adat harian atau busana tradisional khas NTB pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut puncak peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang jatuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengimbau seluruh jajaran pemerintah dan sekolah agar memulai penggunaan busana adat pada pukul 07.30 Wita di lingkungan sekitar kantor atau sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan menyampaikan, gerakan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan lokal di ruang pelayanan publik dan lingkungan pendidikan.
“Melalui tenun dan busana khas dari suku Sasak, Samawa, Dompu, dan Mbojo, kita ingin mengajak masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan bangga akan identitas budayanya. Kebudayaan itu akan terus hidup ketika masyarakat menjalankan dan merawatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar ihawan, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ihwan menekankan, gerakan ini mengedepankan prinsip kemudahan dan kesederhanaan. Pemerintah daerah memastikan tidak membebani pegawai maupun siswa untuk membeli atau mengadakan pakaian adat baru.
“Kami mengarahkan agar penggunaannya tetap sederhana, pantas, serta mengutamakan kenyamanan pelayanan dan keselamatan kerja. Peserta dapat langsung menggunakan busana yang sudah mereka miliki. Yang terpenting adalah semangat partisipasinya,” jelasnya.
Edukasi Budaya dan Pelibatan Maestro
Selain penggunaan pakaian adat, Pemprov NTB juga mengimbau setiap instansi, sekolah (SMA/SMK/SLB), dan pemerintah kabupaten/kota agar menggelar berbagai kegiatan edukasi serta apresiasi kebudayaan.
Ia membeberkan, agenda tersebut meliputi dialog kearifan lokal, pertunjukan seni, dan pengenalan bahasa daerah. Kemudian, olahraga tradisional, literasi sejarah, hingga pelibatan para maestro dan komunitas budaya lokal.
“Sektor pendidikan juga memperkuat pemajuan kebudayaan melalui program ekstrakurikuler, muatan lokal, dan kegiatan rutin seperti Sabtu Budaya,” tambahnya.
Ihwan menyatakan, panitia merencanakan puncak peringatan Hari Kebudayaan 2026 berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Pusat kegiatan di Taman Mayura serta UPTD Taman Budaya Provinsi NTB.
Ihwan berharap, gerakan bersama ini mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) NTB serta memperkuat karakter masyarakat menuju visi NTB Makmur Mendunia. (*)




