Kota MataramPemerintahan

Pemkot Mataram Wanti-wanti Target PAD Bodong, Retribusi Parkir Jadi Sorotan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengingatkan pentingnya penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang realistis agar sesuai dengan potensi penerimaan sebenarnya.

Retribusi parkir menjadi salah satu sektor yang mendapat sorotan lantaran realisasinya masih jauh dari target tahun 2026.

Hingga Oktober 2026, penerimaan retribusi parkir Kota Mataram baru mencapai Rp7,8 miliar atau sekitar 42 persen dari target Rp18,5 miliar.

Untuk mengejar ketertinggalan, pemerintah mengintensifkan penagihan, memperketat pengawasan, serta menindak juru parkir (jukir) yang melanggar aturan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin mengungkapkan, pihaknya berupaya meningkatkan penerimaan hingga Rp11 miliar sampai Rp12 miliar pada akhir tahun.

“Realisasinya baru Rp7,8 miliar, dari target Rp18,5 miliar. Target maksimal kita, saya mau coba di angka Rp11 miliar hingga Rp12 miliar. Makanya kita genjot korlap-korlap kita. Paling tidak harus lebih tinggi dari capaian kemarin,” ujar Zulkarwin, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurutnya, berbagai langkah telah terlaksana untuk mengoptimalkan penerimaan sektor parkir. Salah satunya melalui penertiban jukir yang tidak mematuhi ketentuan serta penindakan terhadap jukir liar.

Hasil uji petik terhadap 100 titik parkir menemukan puluhan jukir melakukan pelanggaran. Sebanyak 63 jukir terkena sanksi sebagai upaya memperbaiki pengelolaan parkir dan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan.

“Kemarin kita uji petik di 100 titik. Kita berikan sanksi kepada 63 jukir. Penegakan juga turun untuk menindak jukir liar,” ungkap Zulkarwin.

Selain penertiban, pihaknya terus mendata potensi titik parkir baru. Koordinator lapangan (korlap) juga diminta melakukan penagihan setiap hari. Evaluasi kinerja bulanan turut berlangsung untuk memantau perkembangan penerimaan.

Target PAD Harus Sesuai Potensi

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menegaskan, penetapan target PAD harus mempertimbangkan kondisi nyata agar tidak sekadar menjadi angka dalam perencanaan anggaran.

Menurutnya, sektor pasar dan parkir termasuk yang memerlukan penyesuaian target. Untuk sektor pasar, pertimbangannya antara lain perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk rencana rehabilitasi Pasar Cakranegara.

Sementara sektor parkir masih menghadapi tantangan untuk mencapai target penerimaan. “Yang minta retribusi turun itu sektor pasar dan sektor parkir. Kalau pasar karena ada perbaikan seperti Pasar Cakranegara yang akan direhabilitasi. Sementara parkir juga kita turunkan. Hal-hal ini harus menjadi atensi supaya terjadi perhitungan target PAD yang realistis dan tidak bodong,” kata Alwan.

Ia menilai, target terlalu tinggi tanpa perhitungan berdasarkan potensi sebenarnya berisiko menciptakan kesenjangan antara perencanaan dan realisasi pendapatan.

“Targetnya tinggi, tapi tidak bisa tercapai, kan bodong dia. Seberapa target itu, segitulah yang menjadi capaian,” tandasnya. (*)

Artikel Terkait