Diikuti 42 Pendaftar, Sembilan Perusahaan Bersaing Ketat Rebut Proyek Wisata Brang Ene
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Proses lelang proyek penataan kawasan wisata jogging track Brang Ene di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dipastikan berjalan sangat kompetitif. Berdasarkan data terbaru dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sebanyak 42 perusahaan tercatat ikut mendaftar dalam sistem pengadaan tersebut.
Seleksi ketat menyaring mayoritas pendaftar, hingga menyisakan sembilan perusahaan yang melaju ke tahapan penilaian harga. Sembilan peserta ini telah berhasil melewati evaluasi teknis awal dan resmi memunculkan nominal harga penawaran terkoreksi di dalam sistem.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga KSB, Rahadian, S.Pd., M.Si., mengungkapkan, pengumuman nama pemenang utama dari sembilan kandidat ini secara resmi besok, Jumat, 22 Mei 2026.
“Besok lelang jogging track akan ada hasil. Pengumuman pemenang itu jam 16.00 sampai 18.00 keluar pemenangnya,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 20 Mei 2026.
Pihaknya memastikan, seluruh proses penyaringan berjalan transparan dan akuntabel guna mendapatkan rekanan terbaik. Komitmen ini dijaga ketat agar kontraktor yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kualifikasi mumpuni, untuk mengeksekusi proyek wisata kerakyatan tersebut.
Berdasarkan pantauan di laman LPSE, rentang penawaran harga terkoreksi dari sembilan perusahaan yang lolos berkisar antara Rp6,5 miliar hingga Rp7 miliar. Nama-nama seperti SEXY ROAD INDO, CV Putra Melayu, hingga PT Raflesia Jaya berada dalam daftar jajaran penawar teratas.
Langkah cepat penuntasan lelang ini dikebut, agar pengerjaan fisik di lapangan bisa segera dimulai tanpa menunda kalender kerja tahun 2026. Pemerintah daerah berharap, kehadiran fasilitas wisata kerakyatan ini nantinya mampu menjadi instrumen strategis dalam mengikis kemiskinan pasca-tambang di KSB.
Proyek infrastruktur pariwisata yang menelan total anggaran sebesar Rp11 miliar ini, dipastikan tidak akan membebani keuangan daerah untuk ganti rugi lahan. Pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi dengan memanfaatkan aset jalan yang sudah ada di lapangan.
Optimalkan Jalan Usaha Tani
Jalur jogging track yang akan dikerjakan oleh pemenang lelang nantinya merupakan hasil optimalisasi dari jaringan Jalan Usaha Tani (JUT). Jalur produksi pertanian tersebut bakal dipercantik dan ditingkatkan kualitas mutunya, tanpa mengubah status kepemilikan tanah.
Pemerintah daerah memberikan lampu hijau bagi desa untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai pusat ekonomi baru. Syarat utamanya adalah pembangunan seluruh fasilitas komersial harus di atas lahan milik desa sendiri, demi menghindari potensi konflik agraria.
Teknis jalan juga didesain khusus hanya untuk mengakomodasi pergerakan kendaraan ringan, roda dua, serta roda tiga. Setelah sistem LPSE merilis urutan peringkat penawaran terbaik, dinas teknis segera bersiap melakukan verifikasi faktual akhir.
Otoritas pariwisata daerah menargetkan, proses administrasi pasca-lelang ini bisa berjalan simultan tanpa hambatan birokrasi. Langkah ini penting, agar surat perintah kerja bisa terbit tepat waktu menjelang perayaan momentum daerah.
“Kemungkinan lusa akan diumumkan secara langsung. Targetnya proyek ini bisa langsung dipakai tahun ini dan diupayakan bertepatan dengan Harlah KSB untuk diresmikan,” tutupnya (Andini)




