TGB Ingatkan Ponpes NWDI Jaga Kehormatan dan Nama Baik Organisasi
Mataram (NTBSatu) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), KH. Dr. Muhammad Zainul Majdi, Lc, MA., alias Tuan Guru Bajang (TGB), sebelumnya mengingatkan seluruh pengelola lembaga pendidikan NWDI agar menjaga kehormatan dan nama baik organisasi.
Pesan tersebut ia sampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga marwah NWDI di lingkungan pendidikan. Hal itu penting untuk memastikan seluruh satuan pendidikan NWDI tetap menjaga integritas dan terbebas dari berbagai bentuk pelanggaran.
“Saya minta, saya mohon, saya perintahkan seluruh pondok-pondok pesantren NWDI, sekolah-sekolah NWDI, madrasah-madrasah NWDI. Dari semua tingkatan betul-betul jaga kehormatan dan nama baik,” ujarnya, mengutip Instagram @imarohmajilsthullab62 pada Selasa, 22 September 2026.
Instruksi tersebut berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan NWDI, mulai dari tingkat dasar hingga pondok pesantren. TGB menekankan seluruh pengelola madrasah dan pesantren wajib menjalankan tata kelola pendidikan yang transparan serta taat hukum.
Larangan Pelanggaran Hukum dan Agama
TGB juga melarang keras keberadaan praktik-praktik ilegal di dalam lingkungan pesantren. Pengelola lembaga pendidikan harus menghentikan segala aktivitas yang merusak tatanan moral dan hukum.
“Jangan ada praktik atas nama apa pun yang melanggar hukum di pondok pesantren kita. Apalagi selain melanggar hukum juga melanggar norma, melanggar tuntunan-tuntunan adab akhlak, hukum-hukum agama, itu lebih-lebih lagi, jauhkan,” ujarnya.
Ia menilai, pelanggaran norma dan hukum di lembaga pendidikan Islam tidak hanya merusak citra pesantren. Perbuatan semacam itu juga mengkhianati ajaran agama dan tuntunan akhlak yang menjadi fondasi utama pendirian NWDI.
Evaluasi Kasus di Lingkungan Pesantren
TGB mengungkapkan berbagai kasus penyimpangan sempat terjadi di sejumlah lembaga pendidikan agama. Kejadian-kejadian tersebut melibatkan oknum di pondok pesantren maupun sekolah agama yang perilakunya bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
“Ada cukup beberapa kejadian, saya tidak katakan banyak, tapi ada kejadian-kejadian yang melibatkan orang di pondok pesantren atau sekolah agama. Kejadian mengandung hal yang bertentangan dengan nilai-nilai pondok pesantren, nilai-nilai Islam, nilai-nilai hukum,” tuturnya.
Oleh karena itu, TGB meminta pengurus dan pengelola NWDI memperketat pengawasan di lembaga masing-masing. Langkah pencegahan dini harus berjalan agar insiden serupa tidak membelit satuan pendidikan di lingkungan NWDI. (*)




