Unram Perkuat Karakter Anak Usia Dini lewat “Ethno Parenting” Sasak
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui pendekatan ethno parenting berbasis nilai budaya Sasak.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung melalui sosialisasi nilai-nilai ethno parenting dalam pembelajaran anak usia dini di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.
Unram mengajak keluarga, pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta masyarakat untuk mengambil peran dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Program ini mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari proses pengasuhan dan pembelajaran.
Pendekatan ethno parenting memadukan pola pengasuhan dengan nilai, tradisi, kepercayaan, serta adat yang tumbuh dalam suatu komunitas.
Dalam konteks masyarakat Sasak, pendekatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan identitas budaya kepada anak. Sekaligus membangun perilaku sosial sejak masa awal pertumbuhan.
Unram mengembangkan program ini sebagai respons terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang turut memengaruhi pola pengasuhan keluarga.
Anak membutuhkan fondasi karakter yang kuat agar mampu mengenali identitas budaya sekaligus menghadapi lingkungan yang terus berubah.
Lima Nilai Utama Ethno Parenting
Program Unram memperkenalkan lima nilai utama dalam ethno parenting, yakni ketuhanan, jati diri budaya, keterhubungan dengan alam, gotong royong, dan peran ayah.
Nilai ketuhanan membantu keluarga menanamkan dasar moral dan spiritual kepada anak. Jati diri budaya mengajak anak mengenal tradisi serta identitas masyarakat Sasak. Sementara itu, keterhubungan dengan alam mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Nilai gotong royong mengajarkan anak pentingnya kerja sama dan kepedulian sosial. Peran ayah turut mendapat perhatian karena keterlibatan kedua orang tua dapat memperkuat proses pengasuhan dan perkembangan karakter anak.
Unram menjalankan kegiatan bersama PAUD Al-Hidayah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Tim menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi praktik pengasuhan. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan anak.
Kearifan Lokal Jadi Sumber Pendidikan
Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan konsep ethno parenting. Unram juga mendorong peserta menerapkan nilai budaya dalam aktivitas pembelajaran dan kehidupan keluarga.
Tim pengabdian mengembangkan sejumlah langkah, mulai dari sosialisasi, pelatihan, integrasi nilai budaya dalam pembelajaran PAUD, hingga penyusunan modul ethno parenting berbasis budaya lokal Lombok.
Pendekatan tersebut menempatkan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak. Guru dan orang tua dapat mengenalkan nilai budaya melalui aktivitas sederhana sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan berbasis budaya lokal.
Peserta semakin mengenal pentingnya nilai ketuhanan, identitas budaya, hubungan dengan alam, gotong royong, serta keterlibatan ayah dalam membangun karakter anak.
Program ini juga memperlihatkan kontribusi Unram terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan kapasitas guru dan orang tua.
Kegiatan tersebut juga mendukung SDG 10 melalui penghargaan terhadap identitas dan keberagaman budaya, SDG 11 melalui pelestarian nilai budaya dalam komunitas, serta SDG 16 melalui penguatan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan harmoni sosial.
Kolaborasi antara Unram, lembaga PAUD, keluarga, dan masyarakat turut memperkuat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Melalui ethno parenting Sasak, Unram menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh dari lingkungan terdekat anak.
Keluarga dan sekolah dapat memanfaatkan kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan anak yang memiliki identitas budaya, peduli terhadap lingkungan, mampu bekerja sama, serta menghargai kehidupan sosial.
Sumber: Laporan Akhir Pengabdian Internal Universitas Mataram Tahun 2025, “Sosialisasi Nilai-Nilai Ethno Parenting Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara”. (*)




