Unram Perkuat Kompetensi Guru SDN 28 Cakranegara lewat “Computational Thinking”
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat kompetensi guru SDN 28 Cakranegara melalui workshop strategi pengembangan Computational Thinking (CT) dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut hadir sebagai respons terhadap kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran abad ke-21.
Unram mendorong pendidik memahami CT sebagai pendekatan untuk membangun kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, serta terarah dalam menyelesaikan persoalan.
Kurikulum Merdeka menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi, baik bagi guru maupun peserta didik. Kondisi tersebut membuat penguatan kompetensi pendidik menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Computational Thinking membantu peserta didik menghadapi persoalan melalui beberapa tahapan utama. Tahapan tersebut mencakup dekomposisi atau pemecahan masalah menjadi bagian lebih kecil, pengenalan pola, abstraksi, serta penyusunan algoritma.
Melalui pendekatan tersebut, guru dapat mengarahkan siswa agar tidak sekadar menghafal materi. Guru juga dapat membangun kebiasaan siswa untuk menganalisis persoalan, menemukan pola, menyusun langkah penyelesaian, dan menghasilkan solusi.
Unram Latih Guru Susun Pembelajaran Berbasis CT
Workshop Unram menggabungkan pemaparan konsep dengan praktik. Guru memperoleh kesempatan untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan Computational Thinking sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka.
Kegiatan juga mencakup penyusunan instrumen evaluasi, monitoring, serta pendampingan implementasi pembelajaran. Rangkaian tersebut membantu guru memahami hubungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis CT.
Sebelum mengikuti program, guru SDN 28 Cakranegara masih membutuhkan penguatan pemahaman dan keterampilan untuk merancang pembelajaran berbasis Computational Thinking.
Unram kemudian menghadirkan pendampingan praktis agar guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran secara lebih terarah.
Pendekatan workshop membuat peserta tidak hanya memahami konsep CT secara teori. Guru juga memperoleh pengalaman menyusun perangkat pembelajaran serta instrumen yang dapat mendukung proses evaluasi kemampuan berpikir siswa.
Pemahaman Guru Mengalami Peningkatan
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep, model, dan prinsip pembelajaran berbasis Computational Thinking. Peserta juga mulai mampu menyusun perencanaan pembelajaran serta instrumen monitoring dan evaluasi berbasis CT.
Meski demikian, guru masih membutuhkan pendalaman untuk menyusun instrumen pengukuran CT secara lebih terarah. Aspek tersebut menjadi bagian penting agar proses evaluasi mampu mengukur indikator Computational Thinking secara tepat.
Program Unram tersebut juga memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan sekolah dalam pengembangan kualitas pendidikan. Kolaborasi semacam ini membuka ruang bagi dosen untuk membawa pengetahuan akademik sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan sekolah.
Dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan tersebut mendukung SDG 4 tentang Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran abad ke-21. Program ini juga berkaitan dengan SDG 9 melalui pengembangan inovasi serta literasi digital dalam pendidikan.
Selain itu, peningkatan kapasitas guru mendukung SDG 10 melalui perluasan kesempatan memperoleh pembelajaran berkualitas.
Kerja sama antara Unram dan SDN 28 Cakranegara juga sejalan dengan SDG 17 yang menekankan kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Melalui penguatan Computational Thinking, Unram turut mendorong perubahan pola pembelajaran menuju pendekatan yang lebih logis, kreatif, dan sistematis.
Guru menjadi penggerak utama agar kemampuan tersebut dapat tumbuh secara bertahap dalam proses belajar siswa.
Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan sekolah dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah Unram dalam membangun fondasi pendidikan yang mampu menghadapi tantangan abad ke-21.
Sumber: Laporan Akhir Pengabdian Internal Universitas Mataram Tahun 2025, “Workshop Strategi Pengembangan Computational Thinking dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 28 Cakranegara”. (*)




