Makan Waktu 20 Jam, WNA China Kecelakaan di Rinjani Berhasil Dievakuasi
Lombok Timur (NTBSatu) – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China, Li Xianhua (47), harus menjalani evakuasi darat secara estafet selama sekitar 20 jam setelah mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok Timur.
Li terpeleset di jalur Senaru-Batu Ceper pada Senin, 14 September 2026. Saat kejadian, korban tengah menuruni jalur menuju Danau Segara Anak melalui kawasan Pelawangan Senaru.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo mengatakan, korban mengalami cedera kepala dan sempat tidak sadarkan diri. Tim evakuasi kemudian bergerak setelah menerima laporan dari Kepala Resor Senaru pada pukul 08.58 Wita.
“Informasi awal kami terima pukul 08.58 Wita dari Kepala Resor Senaru. Ada tamu travel operator yang melaporkan pendakinya jatuh di kawasan Pelawangan Senaru,” kata Astekita saat dihubungi, Selasa, 15 September 2026.
Berdasarkan laporan guide, korban jatuh saat turun menuju Danau Segara Anak. Tim Emergency Medical and Health Care (EMHC) TNGR kemudian menghubungi guide atau pendamping korban untuk menilai kondisi pendaki tersebut.
Tim evakuasi bergerak menuju lokasi pada pukul 09.10 Wita. Namun, petugas baru tiba sekitar pukul 17.00 Wita karena harus menempuh jalur pendakian.
Setibanya di lokasi, tim mengevakuasi korban menuju Pelawangan Senaru dan memberikan penanganan awal. Pada pukul 22.00 Wita, petugas mulai membawa korban turun secara estafet bersama tim SAR gabungan, termasuk Basarnas.
Proses evakuasi berlangsung hingga Selasa pagi, 15 September 2026. Korban tiba di kawasan Senaru sekitar pukul 04.45 Wita dan langsung menuju Nusa Medica Clinic di Sembalun.
Astekita menjelaskan, tim tidak dapat menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban karena Li menggunakan tiket pendakian reguler, bukan tiket dengan asuransi premium.
“Tamu ini menggunakan tiket reguler, bukan tiket premium. Karena itu, evakuasi udara tidak bisa kami lakukan,” jelasnya.
Kondisi Korban Stabil
Direktur Operasional Nusa Medica Clinic, dr. Rosalia Puspita Jaya mengatakan, tim medis langsung memeriksa dan menstabilkan kondisi Li setelah korban tiba di klinik.
Korban mengalami luka di bagian kepala dan lecet pada punggung. Tim medis kemudian merujuknya ke RS Siloam Mataram untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Ada luka di kepala dan lecet di punggung. Pasien masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rontgen dan CT scan,” ujar Rosalia.
Sebelum proses rujukan, tim medis memberikan oksigen serta perlindungan pada bagian leher dan tulang belakang korban. Setelah kondisinya stabil, tim membawa Li menuju RS Siloam Mataram.
Tim Nusa Medica tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 07.09 Wita.
Rosalia kembali menegaskan, penggunaan tiket reguler membuat tim tidak dapat mengerahkan helikopter untuk evakuasi korban.
“Pasien menggunakan tiket reguler sehingga kami tidak menggunakan helikopter untuk proses evakuasinya,” tutupnya. (*)




