Lombok Tengah

Taksi Online Diduga Dicegat Oknum Transportasi Lokal di Kuta Lombok Tengah

Mataram (NTBSatu) – Sebuah video viral merekam aksi penolakan dan dugaan intimidasi terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi (online). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam rekaman video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, tampak oknum transportasi pangkalan menghentikan mobil taksi online yang sedang mengangkut dua orang wisatawan mancanegara di depan sebuah penginapan.

“Ya Allah, mengancam-ancam orang. Bagaimana Lombok ini mau maju kalau seperti ini terus,” tulis seorang warganet, mengutip akun Facebook Dewi Hana pada Selasa, 15 September 2026.

IKLAN

Peristiwa tersebut memicu perdebatan sengit antara oknum transportasi pangkalan, sopir taksi online, dan dua wisatawan asing yang mengandalkan moda transportasi aplikasi tersebut.

Ancam dan Larangan Operasional

Oknum transportasi pangkalan secara tegas melarang pengemudi taksi online menjemput penumpang dari lokasi tersebut. Selanjutnya, ia mengklaim area Kuta merupakan zona operasional transportasi lokal.

Pria dalam video itu meminta wisatawan asing turun dan beralih menggunakan moda transportasi pangkalan setempat. Ketika wisatawan berusaha mempertahankan pilihan moda transportasinya, oknum tersebut justru menyampaikan ucapan bernada ancaman fisik kepada pengemudi taksi online.

IKLAN

“Jika kamu pergi bersamanya, kami akan melawannya. Kami akan membunuhnya,” tegas oknum tersebut.

Meski wisatawan asing tersebut menjelaskan mereka telah memesan dan terikat reservasi perjalanan melalui aplikasi, oknum lokal tersebut tetap bersikeras melarang pengemudi melaju. Wisatawan akhirnya terpaksa menurunkan barang bawaan mereka dari bagasi mobil karena situasi yang makin tidak kondusif.

Kritik Warganet

Aksi pencegatan dan ancaman verbal ini menuai gelombang kritik dari masyarakat dan pengguna media sosial. Banyak pihak juga menyayangkan sikap kekerasan dan pemaksaan dapat mencoreng citra pariwisata Lombok Tengah di mata internasional.

Konflik mengenai batasan wilayah operasional (zona merah) antara transportasi pangkalan dan transportasi online memang masih terus berulang di sejumlah titik destinasi wisata utama Lombok.

Ketidakjelasan regulasi dan minimnya penegakan aturan di lapangan kerap memicu perselisihan langsung yang merugikan pengguna jasa, khususnya para wisatawan.

Pihak NTBSatu telah mencoba menghubungi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Tengah melalui pesan singkat WhatsApp. Kami mencoba meminta klarifikasi mengenai penataan zona operasional dan langkah penanganan dugaan intimidasi transportasi di kawasan Kuta ini.

Namun, hingga berita ini terbit, pihak Dishub belum memberikan tanggapan resmi apa pun. (*)

Artikel Terkait