Damkarmat KSB Tinjau Opsi Pelaksanaan Pelatihan Relawan Desa Akhir Bulan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat mematangkan skema pelatihan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) desa. Oleh karena itu, pihaknya meninjau opsi pelaksanaan kegiatan teknis tersebut pada akhir bulan ini.
Petugas mempertimbangkan dua opsi strategi, yakni menggelar pelatihan terpusat di kabupaten atau skema anjangsana ke kecamatan. Selain itu, langkah ini mempermudah keterjangkauan peserta relawan dari wilayah terluar seperti Talonang dan Tatar.
Dinas Damkarmat KSB menempatkan para relawan sebagai ujung tombak penyampai informasi awal terkait insiden kebakaran. Bahkan, kehadiran relawan desa sangat krusial guna mempercepat respons penanganan sebelum armada utama menerobos lokasi.
Kepala Dinas Damkarmat KSB, Drs. H. Abdul Razak menegaskan, fokus penyiapan kapasitas personel relawan tingkat desa tersebut. Selanjutnya, pihaknya merancang modul pelatihan dasar singkat selama satu hingga dua hari.
“Kami melihat kesiapan relawan dari tiap desa untuk menjadi corong utama penanganan awal,” ujar Razak kepada NTBSatu, Senin, 14 September 2026.
Dorong Pengadaan APAR Mandiri Desa
Selain pemantapan kapasitas personel, pihak dinas mendorong kesiapsiagaan sarana pendukung di tingkat lokal. Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah desa mengalokasikan anggaran pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Pihak dinas menilai ketersediaan APAR di tingkat RT menjadi kuncian utama dalam memadamkan titik api awal. Lagipula, pengalaman penganggaran APAR tingkat RT saat kepemimpinan di kecamatan terbukti efektif menekan potensi kebakaran.
Dinas Damkarmat KSB terus menggalakkan pemberdayaan masyarakat guna membangun kesiapsiagaan proteksi bencana secara mandiri. Dengan demikian, pihaknya optimistis sinergi relawan dan ketersediaan APAR bakal memperkuat proteksi kawasan pemukiman.
“Kami mendorong tiap desa menyiapkan APAR guna mendukung kerja para relawan di lapangan,” kata Abdul.
Sementara itu, pembentukan relawan desa ini berjalan secara sejajar dengan program penanganan kebakaran di sektor lain. Sebab, petugas juga memberikan simulasi pencegahan di area dapur Sentra Pelayanan Proteksi Gizi (SPPG).
Di samping itu, sektor pendidikan menengah SMA dan SMK telah merampungkan program Si Petaka sejak Agustus lalu. Sehingga, petugas berharap seluruh elemen masyarakat KSB makin sigap menangani bahaya kebakaran secara terpadu.
“Kami terus menyiapkan para relawan agar memiliki ketanggapan tinggi terhadap ancaman kebakaran,” pungkasnya. (*)




