Kota BimaPemerintahan

Proyek Plaza Hybrid Mantika Masih Banyak Catatan

Kota Bima (NTBSatu) – Rencana pembangunan Plaza Hybrid Mantika di Jalan Soekarno-Hatta masih menyisakan sejumlah catatan penting dari Bank Indonesia (BI).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima kini bergerak cepat mematangkan dan melengkapi seluruh persyaratan evaluasi tersebut sebelum mempertemukan proyek strategis senilai Rp400 miliar ini dengan para calon investor pada Oktober mendatang.

Langkah ini bermula saat Pemkot Bima mengikutsertakan proposal proyek dalam Sasambo Investment Challenge yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTB.

IKLAN

Karena memiliki potensi lahan yang sangat strategis, proposal tersebut berhasil lolos hingga tahap inkubator. BI bersama tim konsultan pendamping bahkan telah turun langsung meninjau lokasi.

Pemkot Bima menegaskan, kehadiran Plaza Hybrid Mantika tidak sekadar menjadi pusat perbelanjaan konvensional. Melainkan wadah terpadu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Badan (Sekban) Bappeda Kota Bima, Ririn Kurniawati menjelaskan, proyek ini mengusung konsep green building dengan ruang terbuka hijau yang luas. Nantinya, akan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada bagian atap.

IKLAN

“Konsep awalnya memang sempat dikira mal biasa. Tetapi setelah ada motivasi dan penyesuaian dengan karakteristik iklim Bima yang panas, akhirnya kita arahkan menjadi plaza. Ruang terbuka hijaunya lumayan besar dan konsep keberlanjutannya tetap terjaga,” ujar Ririn pada NTBSatu, Sabtu, 12 September 2026.

Catatan dan Evaluasi Penting dari Pengawas

Ririn menyebut, usai melakukan peninjauan lapangan, BI memberikan sejumlah catatan evaluasi penting. Pemkot Bima wajib menyelesaikannya sebelum pertemuan dengan para calon investor pada bulan Oktober mendatang.

Catatan tersebut mencakup pembuatan analisis lalu lintas dan penyusunan peta jalan (roadmap) investasi bertahap dari total estimasi anggaran Rp400 miliar. Kemudian juga pengaktifan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bima Aneka sebagai pengelola aset.

“Ada beberapa catatan yang harus kita lengkapi. Seperti kesiapan komitmen Pemda, pengaturan lalu lintas, hingga tahapan pengembangan investasi agar lebih realistis bagi investor. Kita juga kemari mendapat saran untuk mengaktifkan kembali BUMD untuk pengelolaan aset lahan Pemkot ini,” tambahnya.

Melalui sinergi kuat bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTB, Pemkot Bima optimistis mampu melengkapi seluruh dokumen evaluasi tepat waktu. Pemerintah berharap proyek Plaza Hybrid Mantika sukses memikat para investor potensial pada ajang investor summit Oktober mendatang, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian Kota Bima secara signifikan. (*)

Artikel Terkait