Nasional

Tempo Komitmen Bantu Pembebasan Jurnalis Andre Prasetyo yang Disandera Tentara Israel

Mataram (NTBSatu) – PT Tempo Inti Media Tbk menyampaikan keprihatinan atas penahanan jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, saat menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Komunikasi bersama Andre terputus sejak Minggu, 17 Mei 2026, sebelum akhirnya kabar penahanan muncul sehari kemudian.

Andre mengikuti pelayaran bantuan kemanusiaan bersama sejumlah relawan, ketika tentara Israel menghentikan kapal yang melintas pada perairan internasional, Senin, 18 Mei 2026.

IKLAN

Corporate Secretary, Human Capital, Legal, and General Affairs of PT Tempo Inti Media Tbk, Jajang Jamaludin menegaskan, perusahaan terus menjalin komunikasi intensif bersama keluarga Andre.

Hal ini bertujuan untuk memastikan dukungan, serta pendampingan berjalan maksimal. Tempo berkomitmen menyampaikan perkembangan informasi secara berkala kepada publik.

“Tempo terus menjalin komunikasi dengan perwakilan keluarga Andre untuk memberikan dukungan, pendampingan, dan menyampaikan informasi secara berkala,” ungkap Jajang dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 19 Mei 2029.

IKLAN

Sebelum keberangkatan menuju Gaza, Andre telah mengikuti berbagai pelatihan untuk relawan kemanusiaan pada wilayah konflik. Pelatihan tersebut berlangsung melalui program internal Tempo, serta pembekalan dari lembaga penyelenggara, yakni Global Sumud Flotilla (GSF) dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Tempo mengirim Andre dalam misi kemanusiaan, karena situasi Gaza memerlukan perhatian besar dari masyarakat internasional. Selain itu, minat publik Indonesia terhadap perkembangan konflik Gaza terus meningkat. Sebagai institusi pers, Tempo menilai masyarakat memiliki hak memperoleh informasi langsung dari lapangan melalui liputan jurnalisme independen.

Koordinasi Internasional

Tempo kini terus mengumpulkan informasi terbaru melalui berbagai jalur komunikasi. Mereka aktif berkoordinasi dengan GSF, GPCI, serta pihak lain guna memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi lapangan dan keselamatan Andre.

“Saat ini, Tempo terus berupaya melengkapi dan memperbarui informasi melalui berbagai pihak, terutama GSF dan GPCI, untuk memperoleh gambaran utuh mengenai situasi yang terjadi,” tambahnya.

Selain fokus pada keselamatan jurnalisnya, Tempo juga memperluas komunikasi dengan media dan lembaga internasional yang memiliki staf pada wilayah konflik. Langkah tersebut bertujuan memperkuat solidaritas global, sekaligus mempercepat upaya pemulangan para relawan dan jurnalis yang mengalami penahanan.

Tempo menyebut, berbagai pihak telah memberikan respons positif terhadap langkah koordinasi tersebut. Meski akses komunikasi menuju wilayah konflik masih sangat terbatas, Tempo memastikan pemantauan situasi terus berjalan.

Perusahaan media itu juga menegaskan, komitmen untuk terus memperjuangkan pembebasan Andre Prasetyo Nugroho bersama relawan lainnya. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button