Kota MataramPemerintahan

33 Tahun Kota Mataram, Eksekutif-Legislatif Perkuat Sinergi Pembangunan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama DPRD Kota Mataram memperkuat sinergi pembangunan pada momentum HUT ke-33 Kota Mataram.

Kolaborasi eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, perjalanan 33 tahun Kota Mataram merupakan hasil kerja bersama banyak pihak.

IKLAN

Pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pemerintahan, tetapi menjadi estafet yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Tiga puluh tiga tahun adalah perjalanan panjang. Ada yang memulai, ada yang meneruskan, ada yang memperbaiki, dan ada yang menjaga agar apa yang sudah dibangun tidak kembali ke titik awal,” ujar Mohan saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurutnya, Pemkot Mataram tidak dapat membangun kota seorang diri. DPRD, para pemimpin terdahulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, guru, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pedagang, pekerja, komunitas, anak muda, dunia usaha, insan pers, hingga masyarakat luas memiliki kontribusi dalam perkembangan Mataram.

IKLAN

“Mataram tidak tumbuh karena satu tangan. Mataram tumbuh karena banyak tangan yang saling meneruskan,” tegasnya.

Sejumlah Capaian Pembangunan

Sinergi berbagai pihak turut mendorong sejumlah capaian pembangunan. Pada 2025, ekonomi Kota Mataram tumbuh 5,43 persen dengan inflasi 3,21 persen.

Prevalensi stunting turun menjadi 5,53 persen, angka kemiskinan mencapai 7,15 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,37 dan masuk kategori sangat tinggi.

Mataram juga mencatat sejumlah prestasi nasional. KPK RI menetapkan Mataram sebagai Percontohan Kota Antikorupsi 2025 dengan skor 91,85 kategori istimewa.

Mataram juga meraih predikat Kota Sangat Inovatif melalui IGA Award 2025, masuk 10 kota paling maju berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah 2025, serta kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD 2025. Capaian tersebut sekaligus memperpanjang raihan WTP menjadi 12 kali berturut-turut.

Meski mencatat berbagai capaian, Wali Kota mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri. Pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda.

Karena itu, Pemkot Mataram mengusung tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan” sebagai semangat untuk menjaga capaian sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.

“Merawat berarti menjaga yang telah baik, memperbaiki yang masih kurang, membuka ruang bagi kritik dan aspirasi, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujarnya.

Mohan menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari capaian saat ini. Pemerintah juga harus menyiapkan fondasi kuat agar generasi berikutnya mampu melanjutkan pembangunan.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi seberapa kuat fondasi yang kita siapkan agar pembangunan dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” katanya.

DPRD Perkuat Pengawasan dan Sinergi

Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik menilai, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting dalam menjaga arah pembangunan kota.

DPRD menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mengawal program pemerintah agar berjalan sesuai target dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Sinergi antara legislatif dan eksekutif sangat diperlukan. Kami, 40 anggota DPRD Kota Mataram, senantiasa mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan serta berbagai capaian pembangunan,” ujar Abdul Malik.

Ia meminta seluruh pihak tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih. Menurutnya, setiap keberhasilan harus menjadi modal untuk mengejar target pembangunan berikutnya.

“Segala capaian jangan membuat kita berpuas diri. Kita harus terus berbuat lebih baik lagi ke depan dengan target-target yang harus kita capai,” tegasnya.

Abdul Malik juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kota Mataram. Sinergi tersebut, kata dia, harus terus berjalan agar kebijakan dan program pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pada usia 33 tahun, Kota Mataram menghadapi tantangan untuk menjaga capaian sekaligus mempercepat perbaikan pada berbagai sektor. Pemerintah dan DPRD perlu menjaga kerja sama agar pembangunan terus bergerak dan manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat,” pungkas Malik. (*)

Artikel Terkait