Pendidikan

Tingkatkan Prestasi Olahraga, Dikpora NTB Dorong Guru SMA/SMK Cetak Atlet Berprestasi

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB memasang target tinggi untuk membangun prestasi olahraga daerah melalui bangku sekolah.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga mendorong para guru olahraga tingkat SMA dan SMK menjadi pilar utama dalam menjaring serta menggembleng calon atlet masa depan yang siap menyumbang medali emas bagi daerah.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Keolahragaan Dikpora NTB, Agus Sukmayadi, menjelaskan bahwa penguatan sistem ini mengandalkan peran strategis puluhan guru olahraga di berbagai wilayah.

IKLAN

Menurutnya, keberadaan guru di lapangan menjadi modal dasar yang sangat kuat. Interaksi harian antara guru dan siswa memudahkan proses sosialisasi, pemassalan cabang olahraga baru, hingga penyaringan bakat muda potensial secara cepat dan tepat sasaran.

“Guru olahraga merupakan modal yang sangat bagus. Kita harus memanfaatkan potensi ini dengan optimal karena guru dapat langsung menyalurkan ilmu dan membina bakat para siswa di sekolah,” ujar Agus, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen penuh memfasilitasi pembinaan pada jenjang pendidikan menengah. Sesuai kewenangannya, Dikpora NTB menyelaraskan kegiatan olahraga sekolah dengan agenda prestasi tingkat nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

IKLAN

Agus menambahkan sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar formal, melainkan pusat pembentukan mental, fisik, dan keterampilan calon juara.

Guna menopang target besar tersebut, Dikpora NTB menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Pelatih dan perangkat pertandingan wajib mengantongi lisensi resmi agar standar pembinaan berjalan tepat arah.

Selain itu, Agus mengatakan pembina akan memoles kemampuan dasar siswa yang berawal dari kebiasaan permainan tradisional secara teknis sesuai standar dan aturan resmi pertandingan nasional maupun internasional.

Agus mengatakan meraih prestasi tertinggi pada ajang PON membutuhkan kerja kolektif yang solid dari seluruh pihak. Pengurus cabang olahraga, pihak sekolah, serta dinas terkait wajib saling mendukung untuk menutupi setiap kekurangan yang ada demi mencapai tujuan bersama secara maksimal.

“Organisasi yang baik dapat menjalankan seluruh kegiatannya dengan lancar apabila setiap unsur di dalamnya saling mengisi dan melengkapi,” tutur Agus. (Japriani)

Artikel Terkait