Kota MataramPemerintahan

Insiden Kebakaran Meningkat, Wali Kota Mataram Siagakan Pasukan Damkar

Mataram (NTBSatu) – Insiden kebakaran meningkat seiring cuaca panas dan kondisi kemarau yang melanda Kota Mataram. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menginstruksikan jajaran pemadam kebakaran (Damkar) memperkuat kesiapsiagaan.

Mohan mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum membuangnya, serta memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik rumah tangga.

“Kami sangat berharap ada kesadaran kita bersama untuk betul-betul menjaga dan waspada terhadap kondisi saat ini. Kita belum bisa pastikan panjangnya musim kemarau ini, tetapi dengan kewaspadaan bersama, mudah-mudahan bisa kita hindari,” tegas Mohan, Rabu, 26 Agustus 2026.

IKLAN

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram juga memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran melalui berbagai saluran media serta pengumuman pada sejumlah persimpangan jalan. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran selama cuaca panas.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram turut menyiagakan armada dan personel untuk merespons setiap kejadian secara cepat, terutama kawasan permukiman padat dan perumahan.

Penyebab Kebakaran Beragam

Data Damkarmat Kota Mataram mencatat, 30 peristiwa kebakaran sepanjang Juli hingga 25 Agustus 2026. Sebanyak 10 kejadian terjadi pada Juli, kemudian meningkat menjadi 20 kejadian sepanjang Agustus hingga 25 Agustus.

IKLAN

Dari total tersebut, delapan kejadian melibatkan lahan kosong. Satu kasus terjadi pada Juli, sementara tujuh kasus lainnya berlangsung sepanjang Agustus.

Kepala Damkarmat Kota Mataram, Rudi Suryawan mengatakan, kebakaran bangunan dan ruko mayoritas berasal dari korsleting arus listrik, baik pada instalasi maupun peralatan elektronik.

“Kalau kebakaran bangunan atau ruko, mayoritas penyebabnya karena korsleting listrik. Karena itu, kami mengimbau masyarakat memastikan kondisi instalasi dan peralatan listrik tetap aman,” kata Rudi, Selasa, 25 Agustus 2026.

Sementara itu, kebakaran lahan kosong juga kerap muncul akibat kelalaian manusia. Warga yang membakar sampah lalu meninggalkan lokasi sebelum api padam berpotensi memicu kebakaran, terutama saat lahan kering dan cuaca panas.

“Untuk lahan kosong, ada juga yang terjadi karena warga membakar sampah lalu ditinggalkan. Api yang awalnya kecil bisa membesar dan merambat, apalagi saat kondisi cuaca panas serta banyak material kering,” ujarnya.

Rudi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi cuaca panas. Hawa panas yang masih terasa hingga malam hari turut meningkatkan risiko kebakaran.

“Cuaca panas terik, termasuk hawa panas yang masih terasa pada malam hari, membuat kita harus lebih berhati-hati. Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” katanya. (*)

Artikel Terkait