Gudang Rocket Music di Pasar Sindu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
Mataram (NTBSatu) – Kebakaran melanda gudang penjualan alat musik dan sound system milik Toko Rocket Music, Jalan Hasanudin, kawasan Pasar Sindu, Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Selasa, 25 Agustus 2026, siang.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram langsung mengerahkan 16 personel bersama enam unit kendaraan menuju lokasi.
Petugas langsung memadamkan api untuk mencegah kobaran meluas. Setelah berjibaku sekitar satu jam 30 menit, petugas berhasil menguasai api dan memastikan kondisi lokasi aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Kerugian material sementara mencapai sekitar Rp800 juta. Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait penyebab dan dampak kebakaran,” ujar Kepala Damkarmat Kota Mataram, Rudi Suryawan, Selasa, 25 Agustus 2026.
Catat 30 Peristiwa Kebakaran dalam Dua Bulan
Damkarmat Kota Mataram mencatat, 30 peristiwa kebakaran sepanjang Juli hingga 25 Agustus 2026. Rinciannya, sebanyak 10 kejadian berlangsung selama Juli, sedangkan 20 kejadian lainnya terjadi sepanjang Agustus hingga 25 Agustus.
Dari total tersebut, delapan kejadian melibatkan lahan kosong. Satu kasus terjadi pada Juli dan tujuh kasus lainnya berlangsung selama Agustus.
“Kalau kebakaran bangunan atau ruko, mayoritas penyebabnya karena korsleting listrik. Karena itu, kami mengimbau masyarakat memastikan kondisi instalasi dan peralatan listrik tetap aman,” kata Rudi.
Menurut Rudi, penyebab kebakaran cukup beragam. Pada bangunan maupun ruko, korsleting arus pendek listrik, baik pada instalasi maupun peralatan elektronik, menjadi salah satu penyebab yang paling sering muncul.
Sementara itu, kebakaran lahan kosong juga mendapat perhatian. Kelalaian warga saat membakar sampah dapat memicu kobaran api, terutama ketika warga meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.
“Untuk lahan kosong, ada juga yang terjadi karena warga membakar sampah lalu ditinggalkan. Api yang awalnya kecil bisa membesar dan merambat, apalagi saat kondisi cuaca panas serta banyak material kering,” ujarnya.
Rudi meminta masyarakat tidak meninggalkan api yang masih menyala dan memastikan bara benar-benar padam setelah membakar sampah. Ia juga mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik serta peralatan elektronik secara berkala guna mengurangi risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Pastikan sumber api benar-benar padam dan peralatan listrik dalam kondisi aman. Jika melihat potensi kebakaran, segera laporkan agar petugas bisa melakukan penanganan dengan cepat,” pungkasnya. (*)




