Lombok Tengah

Baru Delapan Bulan Direnovasi, Masjid Nursyahada Sade Kini Rata dengan Tanah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Rumah Adat Sade, Desa Rembitan, turut menghanguskan Masjid Nursyahada. Padahal, warga baru menikmati hasil renovasi masjid tersebut sekitar delapan bulan lalu.

Warga desa Sade, Wira (29) mengatakan, renovasi masjid selesai sekitar delapan bulan sebelum kebakaran terjadi. Menurutnya, pembangunan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Bantuan pemerintah dan BRI ikut menopang proses pembangunan masjid.

“Kurang lebih sekitar delapan bulan baru selesai diperbaiki ini. Kalau enggak salah dananya Rp1 miliar,” kata Wira kepada NTBSatu, Minggu, 23 Agustus 2026.

IKLAN

Wira mengatakan, kondisi masjid sebelum kebakaran masih sangat baik. Pekerja membangun kembali masjid tersebut sejak kondisi bangunan sebelumnya masih berupa batu dan kayu.

“Sebelumnya bagus memang, masih baru. Itu dibangun dari awal, dari masih batu, sekarang baru delapan bulan sudah seperti ini,” ujarnya.

Api Menjalar dalam Waktu Singkat

Wira mengatakan, api awalnya muncul dari salah satu rumah warga. Angin kencang kemudian mempercepat penjalaran api menuju kawasan sekitar.

IKLAN

“Mulainya api itu dari satu rumah, terus dibawa ke selatan, menjalar dia,” katanya.

Menurut Wira, kobaran api menyebar sangat cepat. Warga bahkan masih melihat beberapa titik api hingga pagi hari. “Apinya itu membakar semuanya dalam waktu sejam saja,” ujarnya.

Kebakaran tersebut juga memicu kepanikan warga. Mereka berupaya menyelamatkan diri dan barang yang masih bisa mereka selamatkan. Meski demikian, Wira bersyukur kebakaran tidak menimbulkan korban luka dari keluarganya.

“Alhamdulillah keluarga enggak ada yang luka-luka,” katanya.

Donatur Masjid Salurkan Survival Kit

Sementara itu, Ahmad Khaeril Wardi, staf FDR YBM BRILiaN, membenarkan pihaknya ikut mendukung pembangunan Masjid Nursyahada. YBM BRILiaN sebelumnya mengalokasikan dana sekitar Rp320 juta untuk renovasi masjid tersebut.

Namun, kebakaran kini menghanguskan bangunan yang baru selesai mereka renovasi. Kondisi itu membuat warga kembali kehilangan salah satu fasilitas ibadah mereka.

Setelah kebakaran terjadi, YBM BRILiaN juga menyalurkan bantuan awal kepada warga terdampak kebakaran.

Wardi mengatakan, pihaknya menyerahkan 150 paket survival kit pada tahap asesmen awal. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar warga terdampak. Paket tersebut berisi selimut, sandal, jilbab, sarung, kaos, dan handuk kecil.

“Ini kami berikan untuk tahap asesmen atau tahap awal. Nanti akan ada tahap selanjutnya tergantung keperluan yang kita lihat,” kata Wardi.(*)

Artikel Terkait