Kota MataramPariwisata

Dispar Mataram Bidik Lama Tinggal Wisatawan Jadi Empat Hari Lewat “Event” Mingguan

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram membidik peningkatan lama tinggal atau length of stay wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, hingga empat hari atau lebih.

Saat ini, rata-rata wisatawan hanya menghabiskan waktu sekitar dua hari untuk menginap di Kota Mataram. Dispar pun menyiapkan sejumlah strategi agar wisatawan betah lebih lama.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Mataram, Leni Oktavia mengatakan, pihaknya mengandalkan agenda pariwisata rutin setiap pekan untuk mencapai target tersebut.

IKLAN

“Kita berharap untuk length of stay mereka itu paling tidak lebih dari dua hari. Karena rata-rata saat ini mereka hanya dua hari. Nah, kita inginnya bisa empat hari atau lebih untuk durasi tinggalnya,” ujar Leni, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pihaknya juga menggandeng pengelola hotel untuk menyusun paket wisata yang menarik. Paket tersebut nantinya terhubung dengan berbagai kegiatan tematik setiap pekan sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Mataram.

Strategi tersebut tetap berjalan meski efisiensi anggaran daerah memangkas anggaran pariwisata. Kondisi itu membuat sejumlah event besar harus menyesuaikan rencana.

IKLAN

Namun, Dispar memilih menghadirkan program rutin berbasis non-budget dengan menggandeng sponsor dan komunitas. Cara ini memungkinkan kegiatan pariwisata tetap berjalan tanpa membebani APBD.

Siapkan Agenda Berbeda

Setiap pekan, Dinas Pariwisata menghadirkan agenda berbeda. Minggu pertama menghadirkan Wellness Tourism melalui Yoga Heritage di Taman Mayura.

Minggu kedua, wisatawan dapat mengikuti Friday Relax dan aktivitas komunitas di Teras Udayana. Selanjutnya, minggu ketiga menghadirkan atraksi budaya Presean di Loang Baloq.

Sementara minggu keempat, Dinas Pariwisata mengajak wisatawan mengikuti Ampenan Heritage Walk untuk mengenal kawasan Kota Tua Ampenan.

Leni mengatakan, agenda rutin tersebut mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Saat pelaksanaan Wellness Tourism bulan lalu, sejumlah turis asing ikut berbaur dan mengikuti sesi yoga bersama warga serta komunitas lokal.

“Langkah inovatif ini kami lakukan agar pariwisata Mataram tidak dianggap mati suri akibat efisiensi anggaran. Melalui kegiatan rutin berskala kecil namun konsisten, kita tawarkan pengalaman langsung kepada wisatawan sehingga mereka tertarik untuk bertahan dan menginap lebih lama di Kota Mataram,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto menilai, Mataram perlu memiliki atraksi khas atau signature yang mampu menarik wisatawan sekaligus meninggalkan kesan kuat.

“Memang perlu membuat Kota Mataram ini memiliki signature atau atraksi yang dapat menarik para wisatawan datang ke Mataram. Yang membuat berkesan dan menarik,” ujar Irawan. (*)

Artikel Terkait