Tiga Kandidat Kepala Dukcapil Diminta Benahi Data Kependudukan
Mataram (NTBSatu) – Tiga kandidat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram mendapat penilaian positif dari DPRD Kota Mataram.
Dewan menilai ketiganya layak memimpin Dukcapil, sekaligus meminta kandidat terpilih fokus membenahi data kependudukan dan meningkatkan pelayanan publik.
Ketiga kandidat tersebut yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin.
Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih menilai, ketiga kandidat memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menjadi Kepala Dukcapil.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tentu sudah mempertimbangkan rekam jejak dan kemampuan masing-masing kandidat sebelum mengusulkannya kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ketiganya kami lihat ideal. Kalau sudah maju, berarti sudah melalui proses dan dinilai kompeten dalam banyak hal,” ujar Istiningsih, Rabu, 19 Agustus 2026.
Meski menilai ketiganya layak, Istiningsih meminta kandidat terpilih memberi perhatian utama terhadap pembenahan data kependudukan. Dukcapil memegang peran penting dalam mengelola data seluruh warga Kota Mataram.
“Yang penting kan soal data itu. Siapa pun yang menjadi Kepala Dukcapil, kami harapkan bisa bekerja sesuai tupoksinya dan membenahi data kependudukan semakin baik,” katanya.
Menurut Istiningsih, pemerintah membutuhkan data kependudukan yang akurat untuk mendukung berbagai program, termasuk penyaluran Bantuan Sosial (bansos). Akurasi data juga membantu pemerintah memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar berhak.
Sebelumnya, data Dukcapil Kota Mataram sempat mendapat sorotan setelah sejumlah pejabat tercatat sebagai penerima bansos. Istiningsih meminta persoalan tersebut menjadi evaluasi agar kesalahan serupa tidak kembali muncul.
“Yang terpenting kaitannya dengan pendataan harus jujur dan tidak bisa dimainkan. Siapa yang berhak masuk desil satu sampai seterusnya harus sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tegasnya.
Ia menilai, teknologi dapat membantu pemerintah memperbaiki sistem pendataan. Namun, integritas petugas tetap menjadi kunci agar sistem menghasilkan data yang valid.
Kandidat Sudah Ikuti Uji Kompetensi
Selain pembenahan data, Istiningsih meminta Kepala Dukcapil terpilih meningkatkan kualitas pelayanan. Sebagai ibu kota Provinsi NTB, Kota Mataram mendapat perhatian publik yang besar.
“Kota Mataram sangat tersorot. Kami sangat berharap pelayanan Dukcapil benar-benar lebih bagus dari sebelumnya. Kalau sebelumnya sudah bagus, semoga yang akan datang bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Istiningsih menilai, pelayanan Dukcapil Kota Mataram sudah berjalan cukup baik. Namun, perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat menuntut inovasi pelayanan secara berkelanjutan.
“Harapannya semua warga merasa terlayani dengan pelayanan dasar dari Pemkot Mataram,” katanya.
Sementara itu, tiga kandidat Kepala Dukcapil Kota Mataram telah mengikuti uji kompetensi bersama lima panelis. Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri memimpin tim sebagai ketua.
Tim panelis juga melibatkan akademisi Universitas Mataram, yakni Prof. Djumardin, Prof. Muazar Habibi, dan Prof. Yusuf Akhyar Sutaryono, serta Kepala Bappeda Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti.
Ketiga kandidat masih harus mengikuti tahapan uji kelayakan bersama Kemendagri. Proses tersebut rencananya berlangsung secara daring melalui mekanisme yang ditentukan Ditjen Dukcapil.
“Bisa Zoom atau seperti apa, nanti langsung dari Ditjen Dukcapil yang mengikuti. Jadi ketiga calon harus mempersiapkan diri,” pungkas Alwan. (*)




