Ekonomi BisnisKota Mataram

Kelurahan Pejeruk Gandeng Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat

Mataram (NTBSatu) – Pelaksanaan Pasar Rakyat atau Pasar Murah di Kantor Kelurahan Pejeruk pada Selasa, 11 Agustus 2026, mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Sejak pagi, warga mulai memadati area Kantor Kelurahan Pejeruk. Mereka mengantre secara tertib sebelum pedagang dan petugas dari dinas terkait tiba di lokasi.

Kelurahan Pejeruk menggelar Pasar Rakyat tersebut bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram. Kegiatan itu menjadi bagian dari program stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati HUT ke-33 Kota Mataram.

IKLAN

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Mataram menyalurkan berbagai bahan pokok dengan melibatkan jaringan ritel modern dan pedagang lokal se-Kota Mataram. Warga dapat membeli sejumlah kebutuhan harian dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasar umum.

Sekretaris Kelurahan Pejeruk, Arfyan Maulana Attamimi, yang mendampingi Kepala Seksi Pemerintahan, Ni Luh Apsarini Permatasari mengatakan, lokasi kegiatan yang dekat dengan permukiman warga menjadi salah satu faktor tingginya antusiasme masyarakat.

Selain lokasi yang mudah dijangkau, harga sejumlah komoditas yang lebih murah juga menarik minat warga untuk berbelanja.

“Masyarakat sangat senang, mumpung ada di kelurahan dengan selisih harga yang lumayan hemat, sekitar Rp1. Ribu. Bahkan sebelum pedagang datang, mereka sudah mengantre dan menanyakan komoditas seperti bawang merah dan bawang putih,” kata Ni Luh kepada NTBSatu, Selasa, 11 Agustus 2026.

Salah seorang warga Pejeruk, Sopiah, mengaku senang dengan pelaksanaan Pasar Rakyat tersebut. Ia menilai selisih harga meski hanya Rp2.000 hingga Rp3.000 tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat.

“Seneng, walaupun beda harganya dua ribu tiga ribu tapi itu lumayan, ini saya dapet beli minyak yang dari pemerintah 2 liter dapet tiga puluh ribu,” ungkapnya.

Ni Luh mengatakan sosialisasi sejak awal turut berperan dalam meningkatkan kehadiran masyarakat. Kelurahan Pejeruk menyebarkan informasi mengenai kegiatan tersebut melalui pamflet digital di media sosial dan grup WhatsApp.

Selain itu, kader kelurahan juga menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Langkah tersebut membuat informasi mengenai Pasar Rakyat cepat menyebar, termasuk ke masyarakat di luar wilayah Pejeruk.

Prioritaskan Warga Pejeruk

Meski informasi mengenai Pasar Rakyat menyebar hingga ke luar wilayah Pejeruk, Ni Luh menegaskan sasaran utama kegiatan tersebut tetap masyarakat setempat.

Pihak kelurahan menerapkan langkah tersebut untuk mengantisipasi aksi borong dan memastikan distribusi komoditas berlangsung merata.

Untuk komoditas strategis seperti minyak goreng, panitia membatasi pembelian maksimal satu kemasan bagi setiap warga. Kebijakan itu bertujuan agar seluruh masyarakat yang hadir mendapat kesempatan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar Rakyat Tekan Inflasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memasok sejumlah kebutuhan pokok secara langsung dengan melibatkan ritel modern dan pedagang lokal. Harapannya, Pasar Rakyat dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga dapat memperoleh berbagai komoditas, mulai dari minyak goreng, telur, hingga tepung terigu dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain menjaga daya beli masyarakat, program tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Kolaborasi antara Pemkot Mataram, sektor ritel, dan pedagang lokal juga memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar.

Dengan kegiatan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Mataram. (Japriani)

Artikel Terkait