PolitikSumbawa

Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi, Dewan Minta Pemkab Sumbawa Optimalkan Potensi KEK Samota

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyiapkan langkah konkret untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Tambora (Samota).

Menurutnya, Sumbawa sudah memiliki modal pariwisata yang kuat melalui sejumlah destinasi alam. Karena itu, ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat untuk mengoptimalkan peluang ekonomi dari pengembangan KEK Samota.

“Kita DPRD Kabupaten Sumbawa sangat mendukung hal tersebut karena memang sebenarnya Sumbawa ini telah memiliki modal destinasi pariwisata unggulan yang perlu pengembangan,” kata Berlian kepada NTBSatu, Selasa, 11 Agustus 2026.

IKLAN

Berlian melihat pengembangan KEK Samota dapat memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan nantinya dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, usaha cendera mata, hingga layanan transportasi.

“Saya melihatnya akan menghadirkan banyak manfaat untuk masyarakat Kabupaten Sumbawa karena perputaran ekonomi akan semakin meningkat, termasuk juga berpotensi meningkatnya lonjakan penerbangan ke daerah serta peningkatan pendapatan UMKM-UMKM lokal, baik itu dari sisi kuliner ataupun souvenir yang berkaitan dengan ciri khas Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Selain itu, Berlian melihat KEK Samota dapat mendorong pemerintah melakukan pembenahan kawasan yang masuk dalam wilayah pengembangan. Ia mencontohkan kawasan permukiman kumuh di Labuhan Sumbawa serta kondisi Pantai Sliper yang menurutnya membutuhkan perhatian dalam pengelolaan.

“Dengan adanya KEK Samota pastinya akan berefek pada pembenahan secara segera. Artinya, inilah efek positifnya karena masuk wilayah KEK Samota. Dengan penetapan KEK Samota ini terjadilah multiplier effect, apalagi KEK Samota ini pembiayaannya dari pusat,” katanya.

Perlu Bangun Kolaborasi Lintas Sektor

Meski melihat peluang besar, Berlian mengingatkan Pemkab Sumbawa agar tidak hanya mengandalkan keputusan pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan kebutuhan pendukung sejak awal agar pengembangan KEK Samota dapat berjalan maksimal.

“Pemerintah daerah harus benar-benar menyiapkan diri karena jangan sampai setelah ditetapkan KEK Samota justru pemerintah daerah tidak siap yang menyebabkan KEK Samota ini tidak berjalan maksimal akibat ketidaksiapan pemerintah daerah menyambut hal tersebut,” tegasnya.

Karena itu, Berlian meminta Pemkab Sumbawa membangun kolaborasi lintas sektor. Ia menilai pengembangan KEK membutuhkan keterlibatan berbagai bidang, mulai dari pariwisata, infrastruktur, ekonomi, transportasi, hingga pemberdayaan UMKM.

“Pemda harus proaktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor karena KEK tentunya tidak hanya bicara satu sektor, tetapi kolaborasi beberapa sektor, bahkan banyak sektor yang harus dikolaborasikan. Tentunya yang mengorkestrasi ini semuanya yaitu Bupati Sumbawa,” ujarnya.

Berlian juga berharap wacana KEK Samota yang telah berlangsung cukup lama dapat segera memasuki tahap nyata pada masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa Ansori. Menurutnya, percepatan langkah pemerintah daerah dapat menentukan sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dari peluang tersebut.

Dengan demikian, DPRD Sumbawa mendorong Pemkab Sumbawa tidak berhenti pada dukungan terhadap KEK Samota. Berlian meminta pemerintah daerah segera menyusun langkah kerja dan memperkuat koordinasi antarsektor agar pengembangan kawasan tersebut mampu mendorong pariwisata sekaligus memperluas perputaran ekonomi masyarakat. (*)

Artikel Terkait