Ekonomi BisnisLombok Tengah

Jelang HUT ke-81 RI, Penjual Bendera di Praya Akui Omzet Menurun

Lombok Tengah (NTBSatu) – Penjualan bendera dan atribut kemerdekaan mulai meningkat menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini.

Namun, Jajang Supriadi, pedagang bendera asal Garut yang berjualan di Praya, Lombok Tengah, mengaku omzet tahun ini belum menyamai capaian tahun sebelumnya.

“Boleh dikatakan sekarang agak sedikit menurun dari tahun kemarin,” kata Jajang saat ditemui NTBSatu di tempat jualannya di Praya, Selasa, 11 Agustus 2026.

IKLAN

Jajang mengatakan, pembeli mulai berdatangan sejak awal Agustus. Ia menjelaskan, aktivitas pembelian biasanya semakin ramai pada 9 hingga 11 Agustus atau mendekati puncak perayaan kemerdekaan.

“Dari awal Agustus pembeli udah banyak yang berdatangan,” ujarnya.

Namun, pembelian tahun ini sedikit menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jajang menduga kondisi itu berkaitan dengan anggaran pelanggan yang belum banyak keluar. Ia menyebut sebagian pelanggan masih menunggu anggaran sebelum membeli bendera dan atribut kemerdekaan.

“Katanya pelanggan juga anggarannya belum pada keluar,” kata Jajang.

Bisa Sampai 20 Bendera Perhari

Dalam kondisi ramai, Ia bisa menjual sekitar 20 bendera dalam sehari. Sementara pada hari biasa, penjualannya berkisar lima hingga 10 bendera per hari.

“Kalau ada yang keborong itu, bendera ada yang 20 pcs,” ujarnya.

Jajang mulai berjualan bendera di Praya sejak dua tahun lalu. Ia mengatakan penjualan tahun ini sejauh ini sudah mampu menutup modal yang ia keluarkan.

Harga bendera yang Jajang tawarkan bervariasi sesuai ukuran. Bendera berukuran sekitar 60 sentimeter ia jual Rp25 ribu. Ukuran 90 sentimeter dan 1,2 meter berada di kisaran Rp35 ribu.

Sementara bendera berukuran 1,5 meter mencapai Rp60 ribu. Perbedaan ukuran membuat harga bendera juga ikut meningkat.

Jajang memperkirakan omzet penjualan selama satu musim kemerdekaan dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Namun, ia tidak bisa memastikan angka tersebut karena penjualan bergantung pada jumlah pembeli setiap hari.

“Paling ada Rp10 sampai Rp15 juta. Nggak tentu,” katanya.

Meski penjualan tahun ini belum seramai tahun sebelumnya, Jajang berharap jumlah pembeli terus meningkat hingga puncak perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus nanti.

“Mudah-mudahan tambah ramai yang belinya,” tutup Jajang. (*)

Artikel Terkait