Mahasiswa KKN Unram Dorong Peningkatan Ekonomi Desa Pijot melalui Branding hingga Pemasaran Produk UMKM Lokal
Lombok Timur (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram (Unram) tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan branding, pengemasan, serta pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Juli 2026. Sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut berangkat dari hasil survei dan observasi awal yang dilakukan mahasiswa KKN terhadap kondisi UMKM di Desa Pijot.
Hasil survei menunjukkan masih terdapat produk UMKM yang dipasarkan tanpa stiker atau label identitas produk, menggunakan kemasan yang belum optimal dari sisi daya tarik dan higienitas, serta masih mengandalkan pola pemasaran konvensional.
Kondisi tersebut menunjukkan, potensi produk lokal Desa Pijot masih dapat dikembangkan, khususnya pada aspek identitas produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Padahal, ketiga aspek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik produk, membangun kepercayaan konsumen, serta memperluas jangkauan pasar.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unram merancang kegiatan yang tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Pendekatan tersebut dilakukan agar pengetahuan yang diberikan dapat langsung diterapkan pada produk yang dimiliki oleh masyarakat.
Pada aspek branding, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya identitas produk melalui nama produk, logo, stiker atau label, serta informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan. Sebelumnya, masih ditemukan produk yang belum memiliki identitas visual yang memadai sehingga konsumen lebih sulit mengenali asal maupun karakteristik produk.
Melalui pendampingan branding, mahasiswa membantu pelaku UMKM mengembangkan identitas produk agar lebih mudah dikenali dan memiliki ciri khas. Beberapa produk lokal yang menjadi bagian dari pengembangan branding antara lain produk ikan asin dengan identitas “Inaq Endang”, produk opak singkong dengan nama “Opak-Opak Nugraha”, serta produk garam dengan identitas “Khas Saltjot”.
Selain branding, aspek pengemasan menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian produk masih menggunakan pengemasan sederhana dan belum sepenuhnya memperhatikan aspek tampilan serta higienitas. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan kemasan yang sesuai, bersih, rapi, aman, dan menarik.
Pengemasan yang baik tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran. Tampilan kemasan yang lebih menarik dan informasi produk yang jelas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produk UMKM lokal.
Pada aspek pemasaran, hasil survei juga menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Produk umumnya dipasarkan melalui lingkungan sekitar dan jaringan konsumen yang sudah dimiliki. Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran masih relatif terbatas.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa memperkenalkan strategi pemasaran yang memanfaatkan media digital. Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi produk. Penggunaan media digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pada tahap sosialisasi, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya branding, pengemasan, dan pemasaran dalam pengembangan usaha. Selanjutnya, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan mengenai penerapan materi tersebut pada produk mereka. Tahap terakhir dilakukan melalui pendampingan secara langsung agar pelaku usaha dapat menerapkan hasil pelatihan.
Pendampingan dilakukan mulai dari pengembangan identitas produk, penyusunan informasi pada label, peningkatan tampilan kemasan, hingga pemberian arahan mengenai strategi pemasaran yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik produk dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.
Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM, kegiatan diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang perluasan pasar.
Kontribusi terhadap SDG 8 diwujudkan melalui upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan produk yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Desa Pijot. Penguatan branding, pengemasan, dan pemasaran diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap produk sehingga berpotensi mendukung peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, khususnya melalui penerapan inovasi pada identitas produk, desain kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Pengenalan strategi pemasaran digital menjadi langkah untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Mataram berupaya mendorong pelaku UMKM Desa Pijot untuk mulai meningkatkan kualitas produk tidak hanya dari sisi isi atau hasil produksinya, tetapi juga dari cara produk tersebut diperkenalkan kepada konsumen. Identitas produk yang jelas, kemasan yang menarik dan higienis, serta strategi pemasaran yang lebih luas menjadi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Pelaku UMKM diharapkan dapat melanjutkan penerapan branding, menjaga kualitas dan higienitas pengemasan, serta memanfaatkan media digital secara mandiri untuk memperluas pemasaran produk.
Penguatan UMKM berbasis potensi lokal menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan ekonomi masyarakat desa. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, produk lokal Desa Pijot diharapkan mampu memiliki identitas yang lebih kuat, tampilan yang lebih baik, serta jangkauan pemasaran yang semakin luas.
Kegiatan KKN-PMD Universitas Mataram tahun 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan potensi ekonomi lokal Desa Pijot. (*)




