AdvertorialPendidikan

Mahasiswa KKN-PMD Unram Kenalkan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Tembakau untuk Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Gapura

Lombok Tengah (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) melaksanakan kegiatan Sosialisasi pembuatan pestisida nabati di Desa Gapura, kecamatan pujut, kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu, 5 agustus 2026.

Ketergantungan petani pada pestisida kimia sintetis menjadi salah satu persoalan serius dalam dunia pertanian modern. Dampak negatifnya mulai dari pencemaran tanah dan air, hingga ancaman terhadap kesehatan petani dan konsumen, mendorong berbagai pihak mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Menyoroti kondisi ini, sekelompok mahasiswa dari Unram yang tergabung dalam program KKN-PMD mengambil inisiatif untuk mengenalkan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

IKLAN

Kegiatan yang berlangsung di wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani ini berfokus pada sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati. Yang menarik, bahan baku utama yang digunakan adalah tembakau. Sebuah komoditas yang sudah tidak asing bagi warga setempat.

Inovasi ini menjadi angin segar, menawarkan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan ekonomis dibandingkan dengan bahan kimia sintetis yang selama ini mendominasi lahan pertanian di desa tersebut.

Arif Muhaimin, Pemateri sosialisasi KKN-PMD Unram tentang pembuatan pestisida nabati Desa Gapura menjelaskan bahwa pemilihan tembakau sebagai bahan dasar pestisida nabati bukan tanpa alasan. Selain melimpahnya ketersediaan tembakau di daerah tersebut, kandungan nikotin alami di dalamnya terbukti efektif sebagai insektisida.

“Nikotin dalam tembakau bekerja sebagai racun kontak dan perut bagi berbagai jenis hama pengganggu tanaman, seperti kutu daun dan ulat grayak,” ujarnya dalam sesi sosialisasi. Kandungan ini, jika diolah dengan tepat, dapat menjadi senjata ampuh tanpa meninggalkan residu berbahaya di tanah.

Sementara itu, Ketua KKN, Muh. Syabil menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar teori, melainkan praktik langsung yang melibatkan para petani dan kelompok tani setempat. Para mahasiswa mendemonstrasikan langkah demi langkah pembuatan pestisida nabati, yang Dimana terdapat dua metode pembuatan yaitu pertama tembakau kering yang di rendam dangan campuran alkohol sebagai penetral, kemudian yang kedua dengan metode rebusan. Metode ini dirancang sederhana agar mudah dipraktikkan secara mandiri oleh petani di rumah.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs tujuan 12, 13, 15 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta ekosistem daratan.

Pemanfaatan bahan alami dalam pestisida nabati mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sehingga produksi pertanian lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung mitigasi dampak perubahan iklim dengan menekan polusi tanah dan udara serta menjaga kesuburan tanah dan melindungi keanekaragaman hayati di lahan pertanian.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengurangi ketergantungan petani Desa Gapura terhadap pestisida kimia yang harganya kian mahal dan berdampak buruk pada lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, petani diharapkan mampu menekan biaya produksi. “Selain menghemat pengeluaran, pestisida nabati ini juga ramah lingkungan karena mudah terurai dan tidak merusak ekosistem tanah dalam jangka panjang,” kata ketua KKN.

Lebih dari sekadar pengganti, sosialisasi ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pertanian berkelanjutan. Para mahasiswa menekankan bahwa pertanian yang sehat adalah fondasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani jangka panjang. Dengan mengurangi racun kimia di lahan, kualitas hasil panen, kesehatan petani, dan kelestarian alam dapat terjaga secara simultan. “selama ini kami hanya bergantung pada penggunaan bahan kimia. Ini ilmu baru yang sangat berguna, terutama karena bahannya mudah didapat dan lebih murah,” ujar sekretaris desa gapura.

Melalui program KKN-PMD ini, Universitas Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan akademis yang aplikatif. Kehadiran mahasiswa di tengah-tengah masyarakat tidak hanya menjadi pengabdian, tetapi juga jembatan inovasi untuk menjawab tantangan nyata di sektor pertanian. Desa Gapura pun kini melangkah menuju era baru pertanian yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera. (*)

Artikel Terkait