Mataram (NTBSatu) – Bursa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB mulai menghangat setelah dukungan kepada Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mencuat.
Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, sebelumnya menyatakan dukungan kepada Iqbal untuk memimpin KONI NTB. Namun, dukungan tersebut belum cukup untuk menentukan kualitas calon ketua organisasi olahraga tersebut.
Anggota Komisi V DPRD NTB, Didi Sumardi, meminta calon Ketua KONI memiliki kapasitas dan komitmen kuat. Menurutnya, calon terpilih harus mampu membawa NTB meraih empat target keberhasilan PON 2028.
“Siapa pun figur yang akan diusulkan menjadi calon dan terpilih menjadi ketua KONI NTB harus memiliki kualifikasi dan komitmen untuk menjamin EMPAT sukses PON,” kata Didi kepada NTBSatu, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia merinci empat target tersebut, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi, dan tertib administrasi. Selain itu, Didi meminta kepengurusan KONI berikutnya memperkuat pembinaan cabang olahraga.
“Selain itu, sebagai keberlanjutannya juga sukses konsolidasi ke depannya, dengan memberikan dukungan secara serius kepada seluruh cabor,” ujar legislator dari Partai Golkar tersebut.
Menurutnya, dukungan tersebut harus mengarah pada regenerasi atlet dan peningkatan kompetisi. KONI juga perlu memperbanyak kegiatan agar atlet memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan.
KONI Tak Boleh Hanya Andalkan APBD
Di sisi lain, Didi menyoroti persoalan kemandirian keuangan KONI. Ia mengingatkan organisasi tersebut tidak boleh hanya mengandalkan bantuan APBD.
“Harus berani mengembangkan sports industry memperjelas/memperkuat kemitraan strategis/sponsor,” tegasnya.
Menurut Didi, KONI juga perlu mengoptimalkan sarana dan prasarana olahraga. Pengelolaan fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal organisasi.
Didi juga mendorong KONI mencari sumber pembiayaan melalui penggalangan dana kreatif. Pemanfaatan dana CSR juga dapat mendukung kemajuan olahraga NTB.
“Bagaimana dapat memanfaatkan dana CSR untuk pemajuan olah raga,” ujarnya.
Menurutnya, kemandirian finansial akan membuat KONI memiliki ruang lebih besar menjalankan program pembinaan. Tanpa kemandirian tersebut, program olahraga berpotensi terus bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah.
Komitmen Pembinaan Atlet
Selain persoalan anggaran, Didi meminta calon Ketua KONI memperhatikan masa depan atlet. Ia menilai prestasi atlet harus berjalan bersama dengan jaminan kesejahteraan.
“Di samping itu juga harus memberi perhatian khusus terhadap prestasi dan masa depan atau kesejahteraan atlet dan pelatih,” katanya.
Menurut Didi, pembinaan atlet juga membutuhkan dukungan terhadap tenaga teknis olahraga. Sebab, keberhasilan prestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet. Pelatih dan tenaga teknis juga memiliki peran penting dalam membentuk prestasi olahraga.
Sebagai informasi, nama Gubernur Iqbal mencuat setelah Marciano memberikan dukungan terbuka. Iqbal sendiri belum memastikan pencalonannya dan memilih mempertimbangkan peluang tersebut.
Selain Iqbal, nama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri juga muncul dalam bursa. Pathul sebelumnya menyatakan masih melihat dinamika sebelum menentukan sikap.
Pendaftaran calon Ketua KONI NTB sendiri telah dibuka sejak 5 Agustus 2026. Dengan persaingan mulai mencuat, kualitas program menjadi tantangan bagi setiap calon. (*)




