Lombok TimurPariwisata

Wisata Mangrove Paremas Kembali Bergeliat, Tawarkan Jet Ski hingga Paddle Board

Lombok Timur (NTBSatu) – Wisataan sejumlah fasilitas dan wahana. Pengunjung dapat menikmati pemandangan mangrove sekaligus bermain jet ski dan paddle board.

Rais mengatakan, pihaknya juga terus menyiapkan sejumlah wahana baru. Pengelola berencana menghadirkan wahana bebek-bebekan serta beberapa fasilitas lain setelah mendapat tambahan dana.

“Kalau dana sudah ada, InsyAallah rencana ke depan seperti itu,” ujarnya.

IKLAN

Menurutnya, kawasan wisata Mangrove Paremas memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya menikmati kawasan mangrove, tetapi juga dapat melihat panorama Gunung Rinjani dari lokasi tersebut.

Pengelola juga terus membenahi fasilitas pendukung. Jalan menuju lokasi, musala, area parkir, hingga berugak tersedia bagi pengunjung.

Rais menyebut, pengelola menetapkan tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang. Pengunjung juga tidak perlu membayar biaya parkir.

“Tarif masuknya Rp5 ribu. Parkir gratis. Berugak dan fasilitas lainnya juga kami sediakan tanpa biaya tambahan,” katanya.

Buka Peluang Ekonomi

Pengembangan wisata tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah warga lokal kini berjualan di kawasan wisata.

Rais menyebut, sekitar 10 warga membuka usaha di lokasi tersebut. Pengelola juga merekrut seluruh pegawai dari masyarakat setempat.

“Orang sini semua. Tidak ada orang luar,” ujarnya.

Sejak kembali dibuka, masyarakat dan wisatawan menyambut keberadaan wisata tersebut dengan antusias. Aktivitas wisata ikut membuat kawasan sekitar lebih ramai dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.

Rais mengatakan, pengembangan wisata sejak awal tidak hanya mengejar kunjungan wisatawan. Pokdarwis juga ingin menggabungkan unsur edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Di samping wisata, kami juga punya tujuan edukasi dan konservasi. Salah satunya bagaimana masyarakat lokal bisa membuka usaha,” katanya.

Meski demikian, keterbatasan dana masih menjadi kendala utama pengembangan kawasan tersebut. Pokdarwis berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mereka menambah wahana dan fasilitas.

Rais mengatakan, beberapa NGO sebelumnya turut memberikan bantuan untuk mendukung pengembangan wisata.

Dengan konsep wisata alam dan pemberdayaan masyarakat, Pokdarwis Desa Paremas kini berupaya menghidupkan kembali kawasan mangrove tersebut.

Mereka berharap wisata itu tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar. (*)

Artikel Terkait