Pemerintahan

Pengangguran di NTB Turun Jadi 2,98 Persen per Mei 2026

Mataram (NTBSatu) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah NTB menjadi 2,98 persen pada Mei 2026. Penurunan angka pengangguran ini terjadi seiring dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian serta membaiknya tingkat kebekerjaan lulusan sekolah menengah kejuruan.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan secara absolut, jumlah penganggur di NTB berkurang sebanyak 0,09 ribu orang. Dari 96,66 ribu orang pada Februari 2026 menjadi 96,57 ribu orang pada Mei 2026.

​”Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,98 persen, mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen poin. Turun jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 2,99 persen,” katanya, mebgutip YouTube BPS NTB pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

IKLAN

Penurunan angka pengangguran di NTB terutama didorong oleh membaiknya kondisi lapangan kerja di wilayah perdesaan. BPS mencatat TPT di perdesaan turun signifikan sebesar 0,21 persen poin. Dari 2,22 persen pada Februari 2026 menjadi 2,01 persen pada Mei 2026.

Sementara itu, TPT kelompok laki-laki juga menunjukkan penurunan sebesar 0,01 persen poin menjadi 3,36 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memegang peran sentral sebagai penampung tenaga kerja terbesar di wilayah ini.

Sektor tersebut memberikan kontribusi hingga 33,95 persen dari total 3,14 juta penduduk yang bekerja di NTB.

​”Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di NTB dengan penambahan daya serap mencapai 36,12 ribu orang,” ujar Wahyudin.

Selain pertanian, beberapa lapangan usaha lain juga mencatatkan kenaikan jumlah pekerja. Seperti sektor aktivitas keuangan dan asuransi yang menyerap tambahan 7,74 ribu orang.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 4,25 ribu orang. Selanjutnya, sektor transportasi dan penyimpanan sebesar 2,58 ribu orang.

Serapan Lulusan SMK Melonjak

Dari sisi tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan perbaikan kinerja penyerapan kerja paling tajam pada periode Februari hingga Mei 2026.

TPT pada kelompok lulusan SMK melonjak turun sebesar 3,27 persen poin, yakni dari 5,95 persen menjadi 2,68 persen.

​”Penurunan TPT paling signifikan terjadi pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan,” tuturnya.

Selain kelompok SMK, penurunan tingkat pengangguran juga terjadi pada penduduk berpendidikan SD ke bawah, yang turun sebesar 0,92 persen poin menjadi 1,17 persen. Pergerakan data ini mengindikasikan bahwa pasar kerja di NTB mulai bergerak aktif menyerap tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja di sektor informal. (*)

Artikel Terkait