Lombok Timur

Bukit Pergasingan Dibuka Kembali 12 Agustus, Pengelola Terapkan Sistem Deposit Sampah

Mataram (NTBSatu) – Wisata alam Bukit Pergasingan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, resmi dibuka kembali untuk aktivitas pendakian mulai Rabu, 12 Agustus 2026.

Setelah sempat tutup sebelumnya, pengelola kawasan Bukit Pergasingan, Royal tersebut menerapkan aturan baru berupa sistem deposit sampah dan penggunaan wadah ulang. Hal ini bertujuan untuk menekan potensi pencemaran lingkungan.

​”Kita kembali membuka wisata alam Bukit Pergasingan dengan sistem penanganan sampah yang lebih kompeten. Kita pakai deposit sampah dan pewadahan ulang,” ujar Royal kepada NTBSatu pada Jumat, 7 Juli 2026.

IKLAN

Klarifikasi Volume Sampah dan Skema Deposit

Royal meluruskan kabar yang menyebutkan akumulasi sampah di kawasan tersebut mencapai ukuran tonase. Ia menegaskan volume sampah aktual saat penutupan jauh di bawah perkiraan publik.

​”Jumlah sampahnya tidak sampai satu ton, satu kuintal saja kurang,” tegas Royal.

​Melalui aturan baru ini, pengelola mewajibkan pendaki membayar deposit sebesar Rp10.000 untuk setiap barang bawaan yang berpotensi sebagai sampah kemasan. Namun, petugas akan mengembalikan uang deposit secara utuh saat pendaki membawa kembali sampah tersebut turun dari lokasi pendakian.

​Oleh karena itu, jika pendaki meninggalkan sampah di atas bukit, pengelola menyita dana deposit tersebut. Pengelola mengalokasikan dana sitaan untuk membiayai operasional petugas yang membersihkan kembali area terdampak.

Imbauan Penggunaan Wadah Ulang

Sebagai alternatif hemat, pengelola mengimbau seluruh pengunjung menyiapkan wadah bawaan mandiri (reusable container) dari rumah. Langkah ini efektif memangkas atau meniadakan biaya deposit sebelum melakukan pendakian.

​”Bagi yang berencana mendaki ke Bukit Pergasingan, persiapkan wadah ulang dari rumah agar tidak mengeluarkan deposit barang terlalu banyak. Bila perlu tidak perlu ada deposit ketika semua barangnya menggunakan wadah ulang,” jelas Royal.

Selanjutnya, Royal berharap skema baru ini mampu menumbuhkan kesadaran ekologis para pendaki yang berkunjung ke kawasan Sembalun.

Selain mewajibkan pengelolaan sampah mandiri, pengelola mengimbau pengunjung tetap menghormati tata krama alam serta budaya lokal masyarakat setempat. Hal ini demi menjaga kebersihan ekosistem Bukit Pergasingan secara berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait