PemerintahanSumbawa Barat

Awali Intervensi Serentak Stunting, Wabup Hanipah Tegaskan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi memulai gerakan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting secara bertahap. Pihaknya memfokuskan pemantauan tahap awal ini pada dua wilayah, yakni Kecamatan Seteluk dan Kecamatan Poto Tano.

Pelaksanaan hari pertama ini menyasar fokus penanganan pada total delapan balita stunting. Petugas mencatat, tiga balita di Posyandu Jaro Desa Seteluk Tengah, serta lima balita di Posyandu Delima A Dusun Balaman Permai Desa Tebo.

Wakil Bupati Sumbawa Barat sekaligus Ketua TPPS KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, memimpin langsung pemantauan seluruh rangkaian pelayanan kesehatan warga. Pihaknya memastikan setiap anak sasaran mendapatkan hak pelayanan medis dan pemenuhan gizi secara optimal.

IKLAN

Rangkaian kegiatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian imunisasi. Pihaknya menyaksikan keaktifan warga mulai dari bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia di lokasi.

Penyaluran Paket Bantuan Gizi

Di samping itu, pemerintah daerah menyerahkan secara langsung paket bantuan gizi kepada seluruh keluarga sasaran stunting. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mempercepat perbaikan gizi anak di tingkat tapak.

Wabup Hanipah meminta kualitas pelayanan posyandu terus meningkat melalui pembinaan dan evaluasi rutin. Pihaknya mendorong seluruh pihak memastikan bayi dan balita hadir secara konsisten setiap bulan.

“Kader wajib mendatangi rumah warga jika mendapati balita tidak hadir posyandu,” tegas Hanipah, Selasa, 4 Agustus 2026.

Instruksi kunjungan rumah ini bertujuan agar tidak ada satu pun balita sasaran yang terlewat dari pemantauan tumbuh kembang. Pihaknya mewajibkan pemantauan kesehatan, imunisasi, serta pemberian makanan tambahan berjalan secara berkesinambungan.

Selain itu, Hanipah mengapresiasi inovasi pemberian makanan tambahan di Posyandu Jaro yang memanfaatkan alokasi anggaran desa. Pihaknya menyambut positif kolaborasi tersebut bersama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat skema kegiatan makan bersama.

Hanipah menilai, inovasi tersebut sangat layak menjadi contoh nyata bagi posyandu lain di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Pihaknya terus mengingatkan agar menu makanan tambahan selalu memenuhi standar gizi, higienis, serta aman untuk konsumsi balita.

Lebih lanjut, Hanipah menekankan bahwa penanganan masalah stunting tidak hanya bertumpu pada pelayanan kesehatan semata. Pihaknya menilai faktor pola asuh keluarga, kebersihan lingkungan, serta kondisi tempat tinggal turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) diminta aktif memantau kelayakan hunian dan lingkungan pemukiman keluarga sasaran. Sinergi ini memperkuat pendampingan keluarga agar setiap anak dapat tumbuh optimal sesuai kelompok usianya.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama memastikan target percepatan penurunan stunting tercapai,” tambah Hanipah.

Dengan demikian, kunjungan pemantauan lapangan ini akan berlanjut secara bertahap menuju seluruh kecamatan di Sumbawa Barat. Pemerintah daerah optimistis skema intervensi serentak ini mampu menekan angka kasus stunting secara berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait