Tujuh Program Unggulan Dinas Kebudayaan NTB, Data Budaya hingga Diplomasi Global
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan, arah baru pembangunan budaya yang tidak lagi sekadar seremonial. Melainkan, strategis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan menyebutkan, ada tujuh program unggulan yang menjadi fokus kebijakan ke depan. Ketujuh program ini untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi dan diplomasi daerah.
Berikut tujuh program unggulan Dinas Kebudayaan NTB, untuk memperkuat identitas sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat:
1. NTB Satu Data Budaya
Program pertama, NTB Satu Data Budaya menjadi pondasi utama. Pemerintah berupaya menghimpun seluruh data kebudayaan hingga tingkat desa agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita ingin menghimpun data kebudayaan yang dimiliki NTB. Bagaimana agar data-data ini dimanfaatkan, termasuk untuk ekonomi kreatif dan mempopulerkan kebudayaan NTB,” kata Ihwan kepada NTBSatu, Senin, 27 April 2026.
Melalui program ini, data tidak hanya menjadi arsip. Tetapi, menjadi dasar kebijakan berbasis bukti sekaligus alat untuk mencegah hilangnya warisan budaya.
2. Budaya Masuk Sekolah dan Desa
Program kedua menitikberatkan pada revitalisasi nilai budaya melalui pendidikan dan masyarakat. Budaya tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ihwan mengungkapkan, pihaknya akan membentuk ribuan duta budaya di desa dan sekolah. “Saya ingin membuat duta budaya di setiap desa dan kelurahan untuk mengatasi terkikisnya nilai-nilai budaya. Mereka harus bisa menceritakan bagaimana asal-usul desa, apa kearifan lokalnya,” jelasnya.
Ia memperkirakan lebih dari 1.000 duta budaya akan tersebar di seluruh NTB. Termasuk, penguatan konten lokal di sekolah sebagai upaya membangun identitas generasi muda.
3. Desa Jati Budaya
Melalui program Desa Jati Budaya, desa didorong menjadi pusat pelestarian sekaligus pengembangan budaya. Namun, tidak semua desa, melainkan dipilih secara selektif.
“Desa sebagai pusat pelestarian, tetapi kita pilih. Tidak semua,” ujar Ihwan.
Program ini tidak hanya menjaga identitas budaya desa. Tetapi juga, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sosial melalui penguatan kearifan lokal.
4. Festival Sasambo Mendunia
Program berikutnya, Festival Sasambo Mendunia untuk membawa budaya NTB ke level nasional hingga internasional. Festival tidak lagi sekadar perayaan, tetapi menjadi instrumen promosi dan diplomasi budaya.
Dengan kurasi event unggulan dan penguatan branding “Sasambo”, NTB menargetkan peningkatan pariwisata berkualitas sekaligus pengakuan global.
5. Ekonomi Budaya dan Industri kreatif
Dinas Kebudayaan NTB juga menempatkan budaya sebagai kekuatan ekonomi melalui pengembangan industri kreatif berbasis tradisi. Di antaranya, tenun, kriya, dan seni pertunjukan.
Program ini mendorong hilirisasi produk budaya serta kolaborasi dengan sektor pariwisata. Sehingga budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
6. Diplomasi Budaya NTB
Langkah strategis lainnya adalah memperkuat diplomasi budaya NTB di kancah internasional. Melalui pameran budaya, kolaborasi global, dan promosi luar negeri, budaya NTB menjadi soft power untuk memperkuat citra daerah sekaligus membuka peluang investasi.
7. Budaya dan Mitigasi Bencana
Program terakhir menjadi yang sangat khas bagi NTB. Yakni, integrasi budaya dalam mitigasi bencana karena termasuk daerah yang rawan bencana.
Dengan menggali kearifan lokal, pihaknya mendorong masyarakat untuk memahami dan menghadapi risiko bencana melalui pendekatan budaya. Program ini sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dalam kebijakan kebencanaan yang lebih adaptif. (Caca)




