DPRD Lobar Desak Jalan Lendang Re Sekotong Segera Diaspal, Soroti Proyek Mangkrak dan Kontraktor Bermasalah
Lombok Barat (NTBSatu) – Proyek pembangunan jalan Lendang Re- Menjot di Kecamatan Sekotong kembali menuai sorotan tajam. DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendesak pemerintah daerah, agar segera menuntaskan pengerjaan jalan yang hingga kini belum diaspal dan dinilai membahayakan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Lobar, Fauzi menyayangkan kondisi proyek yang tak kunjung rampung meski telah menghabiskan anggaran hingga Rp6,5 miliar tersebut. Ia menilai, persoalan ini harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah, khususnya dalam memilih kontraktor pelaksana.
“Kami dari Komisi III sangat menyesali keadaan seperti ini, mungkin ini peringatan bagi eksekutif agar lebih cermat untuk memilah dan memilih kontraktor-kontraktor yang tidak bermasalah lagi,” tegasnya, Senin, 27 April 2026.
Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga harus benar-benar tuntas secara fisik dan tepat waktu. Ia bahkan mendorong, agar kontraktor yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik diberikan sanksi tegas.
“Paling tidak di-blacklist orang-orang yang bekerja seperti ini. Terlepas dari dia bayar denda atau tidak, kami tidak syukuri hal itu karena proyeknya masih belum jadi,” ujarnya.
Penganggaran Akhir Tahun Jadi Masalah
Fauzi juga menyoroti, pola penganggaran dan proses tender proyek yang kerap di akhir tahun. Ia menilai hal tersebut menjadi salah satu penyebab utama molornya pekerjaan, terutama karena faktor cuaca.
“Pembelajaran juga untuk kita di Pemerintahan Kabupaten Lobar, agar jangan lagi kita tender barang atau proyek besar seperti ini di akhir tahun. Kita sudah tahu semua, kalau proyek akhir tahun itu cuacanya selalu buruk,” katanya.
Anggota DPRD Lobar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Sekotong Tengah, TGH. Hamdi juga menyampaikan desakan serupa. Ia meminta, agar pengaspalan jalan segera guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
“Kalau bisa segera diselesaikan pengaspalannya supaya tidak lagi mendatangkan korban,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang saat ini hanya berupa pengerasan dengan material kerikil menjadi sangat berbahaya, terutama setelah hujan. Material yang berserakan membuat kendaraan mudah tergelincir.
“Karena curah hujan yang cukup tinggi dan lebat sehingga sekarang sudah berserakan dan berhamburan lagi bahan-bahannya,” tambahnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan proyek jalan Lendang Re- Menjot di Kecamatan Sekotong karena memicu kecelakaan hampir setiap hari. Kondisi jalan yang belum ada aspal dan penuh kerikil lepas, membuat pengendara terutama roda dua, kerap terjatuh.
Pemerintah daerah melalui Dinas PUPRPKP sebelumnya menyebut, keterlambatan proyek akibat cuaca ekstrem serta kelangkaan aspal di NTB. Namun DPRD menegaskan, alasan tersebut tidak boleh menjadi pembenaran atas lambannya penyelesaian proyek yang menyangkut keselamatan masyarakat. (Zani)



