Pemerintahan

Disnakertrans NTB Telusuri Keberadaan Dua PMI asal Lombok Jadi Korban Dugaan Eksploitasi Seksual

Mataram (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat merespons video viral dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok yang mengaku sebagai korban dugaan eksploitasi seksual. Sebelumnya, beredar video memilukan menunjukkan pengakuan dua PMI asal Lombok yang menjadi korban dugaan eksploitasi seksual di Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Aidy Furqan menyatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran mendalam tentang identitas maupun keberadaan keduanya. “Kami baru saja melihat video ini dan akan segera kami telusuri,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 25 April 2026.

Pihaknya juga menjelaskan, akan melakukan koordinasi tingkat tinggi jika informasi tentang keberadaan para korban sudah jelas dan valid. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB akan bersinergi dengan instansi terkait, untuk memastikan perlindungan hukum dan keselamatan kedua warga Lombok tersebut.

“Kalo sudah jelas informasinya, pasti kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan KBRI. Saat ini, tindakan darurat kami adalah berkoordinasi dengan BP2MI dan Pemerintah Pusat untuk memastikan keberadaan dan keselamatan mereka,” lanjutnya.

Sebelumnya, dua PMI asal Lombok menceritakan kisahnya di salah satu akun Facebook setelah berhasil kabur dari tempat penyekapan. Dalam video tersebut, kedua PMI tersebut mengaku dipaksa melayani 15 pria setiap harinya di bawah ancaman penyiksaan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial S.

Mereka mengaku, kerap kali mengalami pukulan saat tidak berhasil mencapai target 450 orang setiap bulannya. Beruntungnya, keduanya berhasil melarikan diri saat berada di pusat perbelanjaan dan kini berada di lokasi aman guna memulihkan kondisi psikologis.

Minta Masyarakat Berhati-hati

Menanggapi banyaknya kasus penempatan PMI ilegal yang berujung pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Aidy Furqan memberikan imbauan keras. Agar tidak terjadi kejadian yang serupa, ia meminta agar masyarakat harus berhati-hati saat menerima tawaran bekerja ke luar negeri.

“Pesan kami bagi warga, pertama selalu berhati-hati dan waspada dalam menerima informasi serta tawaran kerja ke luar negeri. Kedua, lakukan kroscek ke lembaga yang berwenang atau bertanya kepada alumni PMI yang memiliki pengalaman bekerja secara resmi dan sukses,” tegasnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button