Jemaah Wajib Tahu! Berikut Tata Cara dan Urutan Lengkap Ibadah Haji 2026
Mataram (NTBSatu) – Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta pemahaman tata cara yang benar.
Setiap jemaah perlu mengetahui urutan pelaksanaan sejak awal, agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Setiap tahap memiliki waktu, aturan, serta makna yang tidak bisa digantikan oleh tahapan lain.
Pemahaman yang matang akan membantu jemaah menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan terarah. Ketelitian dalam mengikuti urutan juga memastikan keabsahan Haji tetap terjaga. Karena itu, penting bagi setiap jemaah untuk memahami alur lengkap pelaksanaan ibadah Haji.
Urutan Lengkap Ibadah Haji
Melansir laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Sabtu, 25 April 2026, berikut tahapan ibadah Haji yang harus jemaah jalankan secara berurutan:
1. Ihram dari Miqat
Jemaah memulai ibadah dengan niat Haji dari miqat. Proses ini meliputi mandi sunah, berwudu, mengenakan pakaian ihram, melaksanakan salat sunah dua rakaat, lalu mengucapkan niat Haji. Setelah itu, jemaah melantunkan talbiyah sepanjang perjalanan menuju Arafah.
2. Wukuf di Arafah
Jemaah menjalani wukuf pada 9 Dzulhijjah sebagai puncak ibadah Haji. Pada momen ini, jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak qasar, mendengarkan khotbah, memperbanyak doa, zikir, serta membaca Al-Qur’an.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah matahari terbenam, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam. Jemaah mengumpulkan batu kerikil sebagai persiapan melontar jamrah, sambil memperbanyak doa dan beristirahat hingga menjelang Subuh.
4. Melempar Jamrah Aqabah
Pada 10 Zulhijah, jemaah menuju Mina lalu melempar tujuh batu kerikil ke jamrah aqabah. Prosesi ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan.
5. Tahallul Awal
Jemaah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda keluar dari sebagian larangan ihram. Pada tahap tahallul ini, jemaah sudah boleh melakukan berbagai aktivitas yang sebelumnya terlarang saat ihram. Kecuali melangsungkan akad nikah, melakukan kontak fisik yang disertai syahwat, serta hubungan suami istri.
6. Tawaf Ifadhah
Jemaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram. Tawaf ini termasuk rukun haji yang wajib jemaah penuhi.
7. Sai antara Shafa dan Marwah
Jemaah melanjutkan dengan sai, yaitu berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah sebagai bentuk ketaatan dan keteladanan. Pastikan kondisi tubuh tetap suci, serta menggunakan pakaian ihram sebelum memulai Sai.
8. Tahallul Kedua
Usai menuntaskan sai, jemaah memasuki tahap tahallul kedua. Pada tahap ini, jemaah telah merampungkan tiga rangkaian utama, yakni lempar jumrah aqabah, tawaf ifadhah, serta sai. Setelah mencapai tahapan ini, seluruh larangan ihram tidak lagi berlaku, termasuk hubungan suami istri.
9. Mabit di Mina dan Melontar Tiga Jamrah
Jemaah kembali ke Mina untuk bermalam selama hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah). Pada tahap ini, jemaah melontar jamrah ula, wusta, dan aqabah masing-masing tujuh kali setiap hari.
Dengan memahami urutan tersebut, jemaah dapat menjalankan ibadah Haji secara tertib, sah, dan sesuai tuntunan. Ketepatan dalam setiap tahap akan membantu jemaah meraih Haji yang mabrur serta penuh makna spiritual. (*)



