Lombok Timur

Kasus Gigitan Anjing Liar di Lombok Timur Meluas, Dinkes Pastikan Stok Vaksin Aman

Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur berkomitmen memperketat pengawasan pasca rentetan kasus serangan anjing liar, yang menimpa warga beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah. Pemerintah memastikan, penanganan pada korban akan secara intensif melalui pemberian vaksin dan serum anti rabies untuk mencegah adanya kasus fatalitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., menyampaikan, langkah penanganan awal bagi pasien setelah diserang anjing liar.

“Dari kesehatan kami fokus pada penanganan awal pasien dengan melakukan perawatan luka awal dan pemberian vaksin serta serum anti-rabies,” katanya kepada NTBSatu, Rabu, 22 April 2026.

Lalu Aries memastikan, ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) dalam stok aman guna mengantisipasi adanya korban tambahan. Penyiapan logistik medis ini tidak hanya berpusat pada gudang farmasi kabupaten, tetapi pendistribusiannya juga menyasar tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Vaksin disiapkan di Puskesmas. Kami pastikan ketersediaan vaksin anti-rabies selalu ready (ada, red) di Puskesmas,” tegasnya.

Saat ini, pemantauan terhadap korban gigitan anjing liar akan secara berkala. Baik bagi pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit maupun rawat jalan di Puskesmas.

Tenaga medis akan terus melakukan peningkatan surveilans aktif, guna mendeteksi dini gejala klinis yang mengarah pada infeksi virus rabies.

Koordinasi Lintas Sektoral

Masalah mengenai serangan anjing liar ini bukan hanya dipandang dari sisi medis manusia, tetapi pada pengendalian sumber masalah di lapangan. Pihaknya mengaku, pemetaan sebaran risiko rabies sangat bergantung pada data kesehatan hewan yang dinas teknis lain kelola.

Oleh karena itu, koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur akan menjadi prioritas. Guna melakukan tindak lanjut keberadaan kawanan anjing liar yang meresahkan warga

Saat ini, fokus utama pada koordinasi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan rencana eliminasi selektif sekaligus pengambilan sampel otak untuk diagnosis laboratorium.

Berdasarkan pemberitaan NTBSatu sebelumnya, belakangan ini serangan anjing liar di Lombok Timur kerap menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak. Insiden tragis terjadi di wilayah Terara dan Desa Semaya, korban mendapat serangan saat sedang bermain pada area persawahan atau halaman rumah.

Lalu Aries menyebutkan, jika pergerakan anjing liar ini sangat dinamis dan seringkali melintas antar kecamatan. Sehingga, mempersulit upaya pelacakan setelah kejadian.

Lalu Aries juga mengimbau masyarakat, agar tetap waspada dan segera membawa korban gigitan ke Puskesmas dalam waktu kurang dari 24 jam. Guna mendapat penanganan sesuai prosedur kesehatan (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button