Hukrim

Perputaran Dana Jaringan Narkoba “The Doctor” Tembus Rp124 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan jaringan narkoba milik Andre Fernando alias “The Doctor” bersama Hendra Lukmanul Hakim alias “Pakcik”.

Pengungkapan ini membuka fakta terkait aliran dana fantastis, yang mengalir melalui sejumlah rekening pihak ketiga.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, penyidik menemukan perputaran dana dalam jumlah sangat besar melalui rekening proxy atau rekening pihak ketiga.

“Penyidik menemukan perputaran dana yang masif melalui penggunaan rekening proxy atau rekening pihak ketiga (rekening papan) untuk memutus jejak identitas antara pembeli dan bandar narkoba,” jelas Eko, mengutip keterangan tertulisnya pada Senin, 20 April 2026.

Jaringan ini menggunakan rekening atas nama orang lain untuk menyamarkan identitas pelaku utama. Kendali terhadap rekening tetap berada pada sindikat, sehingga transaksi sulit terlacak secara langsung oleh otoritas.

Modus Rekening Proxy dan Aliran Dana

Penyidik mencatat empat rekening utama yang menampung dana hasil peredaran narkoba, yaitu atas nama Lusiana, Teuku Zahrul Rahman, Muhammad Riiki, dan Dede Ela Heryani.

Rekening milik Lusiana mencatat arus dana terbesar, mencapai sekitar Rp81,9 miliar dari 946 transaksi selama periode Agustus 2024 hingga Maret 2026. Penyidik juga menemukan pola “structuring” berupa pemecahan transaksi dengan nominal berulang guna menghindari pemantauan sistem keuangan.

“Tersangka Lusiana sendiri direkrut dengan imbalan Rp 1.000.000, untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya,” ujarnya.

Rekening atas nama Teuku Zahrul Rahman menampung dana dari perantara menuju pemasok utama narkoba. Total transaksi pada rekening ini mencapai Rp35,1 miliar dari 426 transaksi.

Pada rekening tersebut, penyidik menemukan praktik penyamaran transaksi atau layering dengan berbagai keterangan palsu, seperti pembelian kendaraan hingga label amal dan cicilan utang.

Selanjutnya, rekening Muhammad Riiki sebagai penampung dana awal dari pembeli, sebelum dana mengalir ke pemasok. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp3,9 miliar.

“Rekening ini dibeli oleh sindikat dengan harga Rp5.000.000, yang mencakup kartu ATM, kartu perdana, dan HP. Penggunaan rekening akhirnya dihentikan karena sisa saldo dicuri oleh pemilik asli,” ungkapnya.

Sementara itu, rekening Dede Ela Heryani mencatat aliran dana sekitar Rp3 miliar dari 654 transaksi. Pengelola keuangan jaringan mengendalikan rekening tersebut untuk mendukung operasional penyamaran transaksi.

Sebagian besar pemilik rekening hanya berperan sebagai pihak yang dipinjam identitasnya. Mereka menerima imbalan uang tanpa mengetahui penggunaan sebenarnya.

“Bersedia menyerahkan KTP miliknya untuk didaftarkan rekening secara online oleh orang yang baru dikenalnya dengan imbalan tunai sebesar Rp 2.000.000,” tuturnya.

Aliran Dana Capai Rp124 Miliar

Eko menegaskan, total perputaran dana dari empat rekening utama mencapai lebih dari Rp124 miliar. “Total keseluruhan arus masuk (kredit) pada empat rekening penampung utama yang ditelusuri Bareskrim tercatat menyentuh angka Rp 124.052.487.704,97 dari total 2.134 transaksi,” lanjutnya.

Penyidik terus mengembangkan penyelidikan terhadap aliran dana tersebut melalui kerja sama lintas instansi. Data transaksi masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring pendalaman kasus.

Sebagai informasi, polisi telah menangkap Andre Fernando setelah pelarian ke Malaysia. Ia tiba di Bareskrim Polri pada Senin malam, 6 April 2026, dengan pengamanan ketat. Julukan “The Doctor” melekat karena perannya sebagai penyuplai utama jaringan narkoba besar.

Andre menjalankan aksinya bersama Erwin bin Iskandar alias Koko Erwin yang berperan sebagai pemasok. Jaringan ini sempat berusaha melarikan diri ke luar negeri, namun aparat berhasil menggagalkan upaya tersebut dan menangkap para pelaku. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button