BREAKING NEWSHukrim

Bareskrim Rilis Foto dan Identitas DPO Rekan “The Doctor” Diduga Penyuplai Narkoba

Mataram (NTBSatu) – Penyelidikan kasus jaringan narkoba yang melibatkan Andre Fernando alias Charlie alias “The Doctor”, terus berkembang.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memperluas pengusutan usai penangkapan sosok “The Doctor” pada Minggu, 5 April 2026. Saat ini, penyidik mengarahkan fokus perburuan kepada Tosan yang diduga berperan sebagai penyuplai narkoba dalam jaringan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, Andre berperan sebagai bandar besar yang mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Bima, NTB. Ia juga memasok barang haram kepada jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin yang beroperasi di Bima.

Kasus jaringan Koko Erwin sebelumnya sempat menyeret nama aparat kepolisian, termasuk Mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro serta Mantan Kasat Resnarkoba, Malaungi. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa jaringan narkoba ini memiliki cakupan luas dan kompleks.

Penyidik menemukan, Andre telah mengirim pasokan narkotika kepada jaringan Erwin sebanyak dua kali. Ia juga berperan sebagai distributor yang memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur darat, serta pengiriman kargo. Jenis barang yang ia edarkan meliputi sabu, vape yang mengandung etomidate, hingga cairan yang dikenal sebagai happy water .

Selain itu, jaringan Andre menjangkau wilayah Riau. Ia tercatat pernah mengirim vape berisi etomidate dari Malaysia melalui jalur laut dengan rute Dumai. Hasil pengembangan juga menunjukkan keterkaitan jaringan tersebut dengan aktivitas peredaran narkoba di sebuah kelab malam ternama di Jakarta.

Identitas Tosan

Bareskrim kini menetapkan Tosan sebagai buronan dan memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Melalui Instagram resmi Direktorat Tindak Pidana Narkoba, penyidik merilis foto serta identitas Tosan untuk mempercepat proses penangkapan.

Surat DPO bernomor DPO/48/IV/2026/Dittipidnarkoba tertanggal 9 April 2026 mencantumkan keterlibatan Tosan dalam aktivitas peredaran narkotika di room 707 klub malam Whiterabbit yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Penyidik menggambarkan ciri fisik Tosan dengan tinggi sekitar 170 sentimeter dan berat badan kurang lebih 70 kilogram. Ia berusia sekitar 40 tahun, memiliki rambut hitam lurus, mata bulat, hidung mancung, bibir tebal, serta warna kulit putih.

Bareskrim mengimbau masyarakat agar memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Tosan. Langkah ini bertujuan mempercepat pengungkapan jaringan narkoba yang selama ini beroperasi lintas wilayah dan melibatkan banyak pihak. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button