Kota Mataram

Porprov Jadi Harapan, Hunian Hotel Mataram Masih Lesu

Mataram (NTBSatu) – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 menjadi harapan besar bagi pelaku industri perhotelan di Kota Mataram di tengah lesunya tingkat hunian kamar.

Sejauh ini, okupansi hotel masih tertekan akibat kombinasi low season dan momentum Ramadan pada triwulan pertama tahun ini.

Ketua Asosiasi Hotel Kota Mataram, I Made Adiyasa, mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi pola tahunan, namun tahun ini terasa lebih berat.

“Triwulan pertama itu memang low season. Tapi tahun ini makin tertekan karena bertepatan dengan Ramadan,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Ia mengungkapkan, tingkat hunian hotel saat ini hanya berada di kisaran 20 hingga 35 persen.

“Sekarang masih belum bagus. Rata-rata hunian hotel di Mataram sekitar 20 sampai 35 persen,” katanya.

Namun demikian, ia optimistis kondisi akan membaik jika gelaran Porprov benar-benar sesuai jadwal.

“Kalau Juli jadi Porprov, pasti bagus. Itu bisa mendongkrak hunian hotel,” tegasnya.

Event Jadi Penopang Utama

Harapan terhadap Porprov bukan tanpa alasan. Prediksinya, event berskala provinsi tersebut akan mendatangkan atlet, official, hingga penonton dari berbagai daerah, yang secara langsung berdampak pada peningkatan okupansi hotel.

Di tengah minimnya kunjungan pada awal tahun, kehadiran event besar seperti Porprov menjadi “penyelamat” sektor perhotelan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyoroti persoalan mendasar pariwisata kota, yakni rendahnya lama tinggal wisatawan.

“Length of stay kita masih 1,36 hari, lebih rendah dibanding Lombok Tengah 2,03 hari dan Lombok Utara 2,65 hari,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski kunjungan ke Mataram cukup tinggi, wisatawan belum terdorong untuk tinggal lebih lama.

Pemkot Mataram sendiri telah mencanangkan konsep urban tourism dan pluralism sebagai arah pengembangan pariwisata sejak 2025.

Namun hingga kini, konsep tersebut dinilai belum memiliki roadmap yang konkret, sehingga dampaknya belum terasa signifikan di lapangan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button