SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sumbawa Diresmikan, Pemkab Kejar 122 Titik Layanan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sumbawa di kawasan belakang Polsek Sumbawa, Kamis, 9 April 2026.
Sekda Budi menegaskan, kehadiran SPPG menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan akses pelayanan dasar, khususnya pemenuhan gizi masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
“SPPG ini adalah bentuk nyata dari program makan bergizi gratis. Yang paling penting, kita pastikan penerima manfaatnya tepat sasaran,” tegasnya, Kamis, 9 April 2026.
Ia menekankan, seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) harus konsisten berjalan agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi dampak nyata di lapangan. “Semua SOP sudah dipenuhi, tinggal bagaimana kita menjalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemkab Sumbawa menargetkan ekspansi SPPG secara masif hingga mencapai 122 titik layanan di seluruh wilayah kabupaten. “Kuantitas SPPG akan terus kita tingkatkan. Target kita jelas, 122 SPPG harus terwujud di Sumbawa,” katanya.
Ia juga memastikan, sejumlah SPPG yang sempat dihentikan sementara akan segera diaktifkan kembali setelah melalui proses pendampingan oleh dinas terkait. “SPPG yang sempat tutup akan kita buka kembali setelah pendampingan dari Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Dukungan Polres Sumbawa
Sementara itu, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini menyatakan kesiapan institusinya dalam mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai aturan dan bebas dari hambatan. “Kami dari Polres siap melakukan pengawasan di setiap tahapan pelaksanaan SPPG,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, target program ini menjangkau 2.976 penerima manfaat di Kecamatan Sumbawa dengan tahap awal pelayanan kepada sekitar 1.000 orang. “Untuk tahap awal, kita layani 1.000 penerima manfaat sambil evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Kapolres juga memastikan, sistem pengelolaan telah mendapat dukungan tenaga yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Sudah ada penunjukan kepala dari BGN dengan sertifikasi yang jelas dan kami pastikan pengawasan tetap berjalan,” ungkapnya.
Ia berharap, program ini tidak hanya berjalan sesaat tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Harapan kami, SPPG ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bisa berjalan secara berkelanjutan,” tutupnya. (Marwah)



