DKP KSB Verifikasi 1.300 Dasawisma, Targetkan GGM Rampung Juli 2026
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama TP. PKK Kabupaten, TP. PKK Kecamatan serta TP. PKK Desa/kelurahan se-Kabupaten Sumbawa Barat tengah melakukan verifikasi intensif terhadap kelompok Dasawisma.
Saat ini terdata lebih dari 1.300 Dasawisma. Langkah ini untuk memastikan Program Gerakan Gemar Menanam (GGM) tahun 2026 tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan keluarga.
Adapun sasaran penerima manfaat program GGM tahun 2026 ini targetnya sebanyak 65 Kelompok Dasawisma. Kelompok itu tersebar di 65 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Sumbawa Barat.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB, Endang Yunari menjelaskan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap pemadanan data Dasawisma agar beririsan dengan data kemiskinan daerah.
Koordinasi marathon dengan melibatkan banyak pihak telah dilakukan di delapan kecamatan, dengan koordinasi terakhir dilaksanakan di Kecamatan Taliwang pada 7 April 2026.
“Kami memverifikasi ulang karena data Dasawisma perlu diperbarui. Kami mencari kelompok yang benar-benar siap, baik secara kelembagaan melalui SK Desa maupun kesiapan fisik di lapangan,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 8 April 2026.
Syarat lainnya yaitu, kesiapan lahan untuk dropping bibit serta kegiatan persemaian oleh kelompok Dasawisma. Rencana kolaborasi tetap melibatkan OPD terkait, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Agen Gotong Royong (AGR), dan kader PKK.
Dalam realisasinya nanti, DKP menetapkan syarat ketat bagi kelompok penerima. Salah satunya adalah penyediaan lahan minimal satu are. Lahan ini berfungsi sebagai lokasi persemaian, penanaman, hingga pusat aktivitas kelompok.
Endang menekankan, pemerintah desa berperan vital dalam memfasilitasi lahan pinjaman jika anggota kelompok tidak memiliki lahan pribadi.
Untuk memperkuat program ini, DKP bersama TP. PKK Kabupaten berencana menggelar rapat koordinasi lintas OPD pada pertengahan April ini. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Sosial untuk akurasi data kemiskinan, serta Dinas Pertanian untuk pendampingan teknis melalui tenaga penyuluh.
Bahkan, muncul rencana integrasi program dengan Dinas Perikanan melalui budidaya ikan dalam ember di lokasi yang sama.
“Target kami paling lambat bulan Juli bantuan bibit, benih, dan peralatan persemaian sudah didropping oleh pihak ketiga. Kami ingin ada aktivitas yang berkelanjutan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Respons Cepat Fluktuasi Harga
Langkah masif ini menjadi krusial mengingat harga cabai di pasar KSB masih sangat fluktuatif di angka Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Sambil menunggu realisasi GGM, DKP juga aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik di delapan kecamatan. Seperti hari ini, GPM dilaksanakan di Kecamatan Maluk dan Sekongkang untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, cabai, dan bawang yang mulai merangkak naik.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran ibu-ibu Dasawisma, TP. PKK dan Pemkab KSB berharap kemandirian pangan tingkat rumah tangga dapat segera terwujud, sehingga masyarakat tidak lagi rentan terhadap gejolak harga komoditas di pasar. (Andini)



