Tekan Gejolak Harga Jelang Lebaran, DKP dan Kejari KSB Gelar Pasar Murah
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Mendekati hari raya Idulfitri, stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) KSB bersinergi menggelar Pasar Murah yang mendapat sambutan antusias warga.
Kepala DKP KSB, Nurul Syaspri Akhdiyanti mengungkapkan, kegiatan ini merupakan titik kesembilan dari rangkaian pasar murah yang telah menyisir hampir seluruh kecamatan. Upaya masif ini untuk mengendalikan inflasi, terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Semua kecamatan sudah kita laksanakan dan kebetulan pihak kejaksaan meminta untuk bermitra dengan kita, ini adalah titik kesembilan. InsyaAllah besok titik kesepuluh di Pasar Tanamira bekerja sama dengan Kodim,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 12 Maret 2026.
Subsidi Besar untuk Cabai
Salah satu komoditas yang paling menjadi sorotan dalam pasar murah ini adalah cabai rawit. Saat ini, harga cabai di pasar tradisional sempat menyentuh angka yang sangat tinggi, yakni Rp110.000 hingga Rp200.000 per kilogram. Melalui Gerakan Pasar Murah ini, pemerintah melakukan intervensi harga secara drastis.
Masyarakat bisa membawa pulang cabai dengan harga Rp40.000 per kilogram atau Rp10.000 per seperempat kilogram. Selisih harga yang sangat jauh ini merupakan bentuk subsidi langsung dari pemerintah, untuk meringankan beban dapur warga.
Meskipun stok terbatas karena faktor cuaca dan pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Lombok Timur, pemerintah tetap berupaya menyediakan stok yang cukup bagi warga yang datang.
Sinergi untuk Masyarakat
Sementara itu, Kasi Perdata dan TUN Kejari KSB, Danang Dwi Prakoso menekankan, keterlibatan Korps Adhyaksa merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah mengenai kestabilan harga bahan pokok. Ia melihat, masyarakat membutuhkan kehadiran negara saat harga-harga mulai merangkak naik menjelang Lebaran.
“Niatnya sederhana, kita ingin supaya bahan pokok bisa terjangkau di masyarakat. Apalagi mendekati Lebaran yang makin lama makin mahal. Kami mencoba bersinergi dengan Pemda untuk membuat ide ini,” jelasnya.
Antusiasme Tinggi
Sejak dibuka pada sore hari, lokasi pasar murah terus didatangi warga. Nurul menambahkan, antusiasme masyarakat tetap tinggi meski cuaca terik.
Informasi mengenai kegiatan ini sebelumnya telah tersebar luas secara masif, melalui berbagai kanal media sosial instansi terkait hingga ke tingkat kelurahan untuk memastikan tepat sasaran.
Selain cabai, beberapa komoditas seperti beras premium, daging ayam, dan telur juga terus Satgas Pangan pantau agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harapannya, gerakan ini dapat menjaga daya beli masyarakat hingga hari raya tiba. (Andini)



