Lombok Barat

Tak Lagi Antre dan “Tiket Hilang”, Pelabuhan Senggigi Akan Beralih ke Sistem Digital

Lombok Barat (NTBSatu) – Praktik tiket manual yang rawan kebocoran dan antrean panjang di Pelabuhan Senggigi, perlahan akan ditinggalkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) resmi menggandeng PT Easybook Teknologi Indonesia, untuk menghadirkan sistem ticketing berbasis digital. 

Langkah ini bukan sekadar kerja sama biasa. Pemkab Lobar melihat digitalisasi sebagai solusi atas persoalan klasik di Pelabuhan Senggigi. Mulai dari ketidaksesuaian data penumpang hingga transaksi yang belum sepenuhnya tercatat. Sehingga lebih transparan dan efisien.

IKLAN

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan, sistem elektronik akan membawa kepastian dalam pengelolaan tiket dan arus penumpang.

“Karena sifatnya adalah elektronik, jadinya penuh kepastian. Tidak ada transaksi secara langsung, jadi aman. Semuanya digital. Mau pas masuknya atau keluarnya. Bayangkan kalau datangnya 1000 penumpang tapi yang tercatat cuma 500 orang karena gak tercatat,” jelasnya, Rabu, 8 April 2026. 

Menurut LAZ, keunggulan utama sistem ini terletak pada kemudahan akses bagi masyarakat. Penumpang tidak lagi harus datang lebih awal hanya untuk mengantre tiket. Karena bisa memesannya secara daring.

“Yang paling penting sebenarnya masyarakat bisa dapat tiket lebih awal dan lebih cepat,” tambahnya.

Lebih jauh, kerja sama ini juga membuka peluang digitalisasi layanan publik lainnya. Sistem yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada ticketing. Tetapi juga bisa diintegrasikan untuk berbagai jenis pembayaran retribusi daerah.

“PT Easy Book ini juga bukan hanya untuk ticketing. Tapi semua pembayaran- pembayaran itu bisa kita kerjasama ke depan, contoh retribusi parkir, retribusi pasar dan lainnya ke depan,” ujar LAZ.

Tanggapan Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia

Sementara itu, Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia, Azman Bin Mansor memastikan, pihaknya akan menghadirkan sistem yang terintegrasi sekaligus memperluas akses informasi bagi calon penumpang.

“Nanti kami akan memberikan sistem kepada pemerintah. Dan juga kami akan iklankan semua trip yang berangkat dari Senggigi ini di dalam aplikasi kami. Sehingga penumpang akan bisa dapat tiket lebih awal, mereka dapat informasi mengenai rute lebih awal, loket, tujuan dan sebagainya,” katanya.

Ia juga menegaskan seluruh transaksi akan dilakukan secara non-tunai untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.

“Dan seluruh transaksinya seperti yang dibilang pak Bupati itu akan cashless. Terus kami juga menyediakan banyak payment gateway, melalui qriss, akun bank, debit. Kita sudah kerjasama dengan lebih dari 400- an pelabuhan dari seluruh Indonesia,” tutup Azman. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button