Sumbawa

Kinerja OPD Pemkab Sumbawa Dievaluasi, Wabup Ansori: Tak Capai Target Siap Dicopot

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, memperketat evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala OPD yang dinilai tidak produktif dan gagal mencapai target pembangunan, dipastikan akan dievaluasi hingga berujung pencopotan jabatan.

Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori menegaskan, langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kalau tidak bisa mencapai target, tentu harus siap diberhentikan, dipindahkan, atau diganti,” tegasnya, Rabu, 1 April 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, mekanisme evaluasi sebenarnya telah tertuang dalam perjanjian kinerja atau fakta integritas yang wajib seluruh kepala OPD patuhi. “Tidak perlu aturan baru, yang penting komitmen kerja itu dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Selain capaian kinerja, Wabup Ansori juga menyoroti rendahnya inovasi di sejumlah OPD, terutama dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “OPD harus lebih kreatif dan inovatif, jangan hanya menjalankan rutinitas tanpa hasil yang terukur,” katanya.

Tak hanya itu, efisiensi anggaran menjadi perhatian serius, terutama terhadap belanja yang tidak prioritas. “Kita tidak lagi menganggarkan berdasarkan kebiasaan, tapi berdasarkan kebutuhan,” jelasnya.

Ia meminta, beberapa pos seperti perjalanan dinas, konsumsi, hingga pengadaan seragam untuk ditekan demi mengoptimalkan alokasi anggaran. “Pengeluaran yang tidak mendesak harus dikurangi, agar bisa dialihkan ke sektor yang lebih penting seperti infrastruktur,” ungkapnya.

Wabup Ansori juga mengingatkan pengelolaan keuangan daerah harus selaras dengan regulasi pusat, termasuk pembatasan belanja pegawai. “Belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari APBD, ini harus jadi perhatian semua OPD,” tambahnya.

Ia memastikan, pengawasan dan koordinasi akan terus Pemkab Sumbawa perkuat agar seluruh perangkat daerah bekerja maksimal dan terukur.  “Kalau tidak maksimal dalam bekerja, pasti kita evaluasi. Ini demi memastikan pembangunan Sumbawa berjalan sesuai harapan,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button