Sumbawa

Bupati Jarot Sampaikan LKPJ 2025: Realisasi APBD Naik, 12 Program Unggulan Capai Target

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa pada Senin, 30 Maret 2026. 

Dalam pidatonya, Bupati Jarot menekankan, tahun 2025 menjadi tahun pertama pemerintahan Jarot-Ansori dan dijalani dalam dua fase. Yakni, sebelum perubahan APBD dan setelah perubahan APBD sebagai awal implementasi visi-misi pemerintahannya.

IKLAN

“Tahun 2025 adalah tahun konsolidasi, transisi, sekaligus fondasi bagi arah pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan,” ujar Bupati Jarot. 

Ia menambahkan, LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban konstitusional dan moral kepada rakyat melalui DPRD. Sekaligus, menjadi cermin pelaksanaan program pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.

Realisasi APBD 2025

Bupati Jarot memaparkan, realisasi APBD Kabupaten Sumbawa yang menunjukkan kinerja positif. Pendapatan daerah mencapai Rp2,37 triliun atau 101,30 persen dari rencana. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp242,3 miliar, pendapatan transfer Rp2,09 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp41,29 miliar. 

Kemudian, belanja daerah terealisasi Rp2,26 triliun atau 92,93 persen dari rencana. Rinciannya, belanja operasi Rp1,68 triliun, belanja modal Rp211,58 miliar, belanja tidak terduga Rp12,5 miliar, dan belanja transfer Rp352,7 miliar.

Untuk pembiayaan daerah, pemerintah mencatat penerimaan dan pengeluaran masing-masing 100 persen, menghasilkan pembiayaan netto Rp85,48 miliar dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp202,25 miliar.

12 Program Unggulan

Selain itu, Bupati Jarot merinci capaian 12 program unggulan yang menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah daerah membangun 12 check dam, 17 sumur dangkal, 39 sumur bor.

Kemudian, irigasi perpipaan 3,875 kilometer dan 27 Jaringan Irigasi Usaha Tani dengan total anggaran Rp16,8 miliar.  Program peningkatan pendapatan daerah berhasil menembus kenaikan 11,13 persen, melampaui target tahunan 10 persen.

Pemerintah juga melakukan rehabilitasi jalan sepanjang 3,9 kilometer, pemeliharaan rutin 73,7 kilometer, dan pembangunan JUT/JPP 24 kilometer senilai Rp129,6 miliar. 

Program tenaga kerja unggul memberikan pelatihan bersertifikat untuk 122 orang dan magang bagi 10 lulusan SMK. Sementara itu, industrialisasi dan investasi diwujudkan melalui hilirisasi ayam Rp1,3 triliun, sentra akuakultur udang Rp2,1 triliun, dan industri garam Rp2,5 triliun.

Pemerintah daerah membentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Tim Respon Cepat untuk menjaga stabilitas harga gabah dan jagung, serta memberikan bantuan iuran jaminan sosial bagi 21.736 pekerja rentan. Selain itu, 52 imam masjid, 495 guru ngaji, dan 76 penyuluh agama menerima insentif melalui BAZNAS. 

Selain itu, program ekonomi kerakyatan menyalurkan bantuan sarana usaha bagi 145 pelaku UMKM dan 79 pelaku industri kecil, serta membina 110 UMKM melalui “Bale Berdaya”.

Pemerintah juga menata lingkungan dan kota, termasuk penataan kawasan kumuh Jempol senilai Rp11 miliar, serta merencanakan kawasan Saliper Ate, Pulau Bungin, dan Kota Pusaka. Program kesejahteraan ASN belum sepenuhnya dilaksanakan karena kondisi fiskal dan tingginya proporsi belanja pegawai. 

Sementara itu, pembangunan SDM di bidang pendidikan terealisasi melalui beasiswa untuk 679 mahasiswa, program Siswa Sehat Bergizi, dan Kartu Sumbawa Pintar.

Bupati Jarot menegaskan, pada 2025 tidak terdapat tugas pembantuan karena pengalihan alokasi dana ke Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia berharap, kebersamaan tahun 2025 menjadi modal menuju 2026 yang lebih unggul, maju, dan sejahtera.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada DPRD, TNI, Polri, partai politik, dan seluruh masyarakat atas sinergi dalam pembangunan Kabupaten Sumbawa,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button