PolitikSumbawa

DPRD Sumbawa Pastikan Tidak Ada Pemecatan Pegawai, Fokus Efisiensi Energi

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin menegaskan, DPRD dan Bupati Sumbawa berkomitmen menjaga nasib pegawai, menyusul isu pemecatan yang terjadi di beberapa daerah lain akibat efisiensi anggaran dan dana transfer pada APBD 2026.

“Belum ada surat edaran atau instruksi dari pusat yang mewajibkan pemecatan. Kita akan mencari solusi lain untuk efisiensi, tetapi bukan dengan memutus mata pencaharian orang. Jadi, teman-teman pegawai di Sumbawa tidak perlu resah,” ujar Nanang kepada NTBSatu, Senin, 30 Maret 2026.

IKLAN

Nanang menambahkan, DPRD Sumbawa mendukung kebijakan penghematan energi dari Pemerintah Pusat yang diteruskan Pemkab Sumbawa, menyusul krisis energi global akibat konflik Timur Tengah.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Apa yang menjadi kebijakan pusat dan diteruskan Pak Bupati harus kita jalankan bersama. Penghematan adalah harga mati,” ujarnya.

Nanang mendorong, anggota dan staf yang rumahnya di dalam kota Sumbawa bersepeda ke kantor. Kemudian untuk perjalanan kolektif, seperti rapat paripurna atau kunjungan ke OPD, anggota DPRD dan staf naik satu bus bersama agar lebih hemat bahan bakar.

“Kami sarankan satu kendaraan untuk ramai-ramai jauh lebih hemat BBM daripada masing-masing membawa mobil dinas atau pribadi,” katanya.

Realistis bagi Rumahnya Jauh

Bagi anggota yang rumahnya jauh, DPRD Sumbawa tetap realistis. Mereka boleh pakai sepeda motor, tetapi Nanang menekankan agar mereka menghindari penggunaan mobil yang boros.

“Kalau bisa dihindari penggunaan mobil yang boros. Intinya, kita minimalisir penggunaan energi yang tidak perlu,” katanya.

Nanang juga menegaskan, DPRD Sumbawa tidak menerapkan sistem kerja WFH (Work From Home) maupun WFA (Work From Anywhere).

“Kita satu kesatuan dengan Pemkab. Kalau Pemkab nanti menerapkan WFH, baru kita ikut. Tetapi saat ini, kita tetap masuk kantor agar pelayanan publik berjalan maksimal,” katanya.

Nanang juga mengimbau masyarakat berhemat energi, membatasi perjalanan yang tidak penting, dan menggunakan kendaraan hanya bila perlu.

“Mari kita hemat di rumah masing-masing. Kita berdoa semoga situasi global segera membaik dan pasokan energi kembali stabil,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button