Sumbawa

Proyek Jalan Batudulang – Tepal Baru 12 Persen, Terhambat Disposal dan Medan Berat

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Progres pembangunan jalan strategis ruas Batudulang – Tepal di Kabupaten Sumbawa hingga saat ini baru mencapai sekitar 12 persen. Lambatnya pengerjaan dipicu oleh kendala teknis di lapangan. Terutama, terkait lokasi pembuangan material hasil pengeprasan (disposal area) serta kondisi medan yang cukup berat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengungkapkan, progres tersebut masih berada pada tahap awal pekerjaan. Khususnya, pengeprasan tebing di beberapa segmen.

IKLAN

“Progres sampai hari ini hampir 12 persen. Pekerjaan masih fokus pada pengeprasan dan kendala utamanya adalah pembuangan material hasil galian,” ujar Suharmaji, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, proses disposal tidak bisa sembarangan karena berpotensi merusak lingkungan dan lahan masyarakat. “Material tidak bisa dibuang sembarangan, karena bisa menimbun kebun warga atau sungai. Harus diangkut menggunakan alat berat dan truk, ini yang membuat pekerjaan menjadi lebih lambat,” jelasnya.

IKLAN

Ruas jalan Batudulang – Tepal, khususnya segmen Batudulang – Punik, memang memiliki karakteristik medan yang cukup menantang. Sehingga, membutuhkan penanganan ekstra dalam proses pengerjaan.

IKLAN

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional (BJN), termasuk PPK 2.2 dan satuan kerja terkait. Guna mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik dan libur Lebaran.

“Kami sudah meminta agar dilakukan pembersihan lokasi serta pemasangan tanda-tanda pengaman di titik-titik rawan, karena ada galian saluran, pemasangan U-ditch, dan pengeprasan tebing,” katanya.

Selain itu, jalur alternatif seperti Brang – Treng yang masih digunakan masyarakat juga menjadi perhatian khusus. “Di jalur Brang-Treng, kami minta disiagakan alat berat karena kondisi tanah bekas galian sangat licin, apalagi saat hujan, ini berpotensi membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Terkait kendala disposal area, ia memastikan, solusi mulai ditemukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat. “Disposal area sudah ada, kita koordinasi dengan camat dan kepala desa. Ada lahan masyarakat dan juga lahan Pemda yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Perketat Pengawasan

Ia juga menambahkan, sebagian lahan milik pemerintah daerah yang sebelumnya dibebaskan kini difungsikan sebagai lokasi pembuangan material. “Dari lahan yang kita bebaskan sekitar 50 meter, hanya digunakan 30 meter untuk jalan, sisanya kita manfaatkan sebagai disposal area,” tambahnya.

Di sisi lain, pengawasan juga diperketat untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan proyek untuk melakukan penebangan liar di kawasan hutan. “Kami bersama tim kehutanan terus melakukan pengawasan. Lokasi yang boleh ditebang sudah diberi tanda agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, koordinasi intensif terus dilakukan di lapangan guna memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak negatif. “Hampir setiap hari kami berkoordinasi dengan BKPH, konsultan, dan pelaksana pekerjaan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tutupnya.

Proyek jalan Batudulang – Tepal ini merupakan salah satu infrastruktur penting yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah pegunungan Sumbawa. Namun, tantangan teknis dan kondisi geografis menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara cermat agar pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat waktu. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button