Pemerintahan

Prabowo Perintah Bahlil Cari Minyak ke Semua Negara Imbas Penutupan Selat Hormuz

Jakarta (NTBSatu) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, mendapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari pasokan minyak mentah dari berbagai negara. Langkah tersebut pemerintah ambil di tengah meningkatnya ketidakpastian energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Bahlil, eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak signifikan terhadap jalur distribusi energi dunia. Terutama, setelah Teheran menutup Selat Hormuz.

IKLAN

Kondisi ini turut memengaruhi Indonesia, mengingat sekitar 20 persen impor energi nasional melewati jalur strategis tersebut.

“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ujar Bahlil di Karanganyar, Jawa Tengah, yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Kamis, 26 Maret 2026.

IKLAN

Cadangan BBM Indonesia

Ia menjelaskan, cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia saat ini memiliki kapasitas penyimpanan antara 21 hingga 28 hari. Meski demikian, Bahlil menekankan, pergerakan stok bersifat dinamis seiring distribusi dan pengisian ulang pasokan.

IKLAN

“Kita mengoptimalkan kilang-kilang kita yang ada di Indonesia dan impor kita di negara-negara lain,” katanya.

Untuk komoditas solar, Bahlil menyebut, Indonesia berada dalam posisi lebih menguntungkan daripada sejumlah negara lain karena tidak lagi bergantung pada impor. Ia memastikan, pemenuhan kebutuhan solar nasional sepenuhnya dapat dari produksi dalam negeri.

“Saya menyampaikan di kesempatan ini sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia sudah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaAllah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi jelas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk bensin, sekitar 50 persen kebutuhan masih berasal dari impor dengan sisanya produksi domestik. Adapun elpiji masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri, yakni sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.

Kendati demikian, Bahlil memastikan kondisi pasokan energi Indonesia secara keseluruhan masih dalam keadaan aman untuk beberapa hari ke depan. “Saya yakinkan kepada bapak ibu semua, insyaAllah kita juga dalam kondisi kondisi yang baik sampai beberapa hari,” tuturnya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button