Satgas PKL Kota Mataram Soroti Aksi ‘Kucing-kucingan’ Pedagang Kopling
Mataram (NTBSatu) – Satuan Tugas (Satgas) Penataan dan Penertiban PKL Kota Mataram memberikan atensi serius terhadap perilaku sejumlah pedagang kopi keliling (kopling) di kawasan Udayana.
Meski ruang relokasi telah tersedia di area eks-Bandara, sebagian oknum pedagang justru memilih bermain “kucing-kucingan” dengan petugas untuk tetap berjualan di trotoar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Mataram, Irwan Rahadi, mengungkapkan fenomena ini menjadi salah satu poin utama dalam evaluasi satu bulan pasca-relokasi.
Menurutnya, keberadaan pedagang di trotoar sangat mengganggu estetika dan fungsi fasilitas publik tersebut.
Irwan menyayangkan sikap pedagang yang masih nekat berjualan di area terlarang, padahal fasilitas di dalam area Angkasa Pura sudah tersedia untuk mengakomodasi para pedagang.
“Satu dua yang di depan itu kalau tidak ada pengawasan, kucing-kucingan bersama petugas. Yang banyak itu kopi-kopling itu. Dia kan sudah kita kasih ruang di dalam tapi mereka tidak mau,” ujar Irwan Rahadi, Kamis, 26 Maret 2026.
Irwan menegaskan, pihaknya akan memperketat pola pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas perdagangan di sepanjang trotoar depan eks-Bandara. Jika teguran tidak diindahkan, Satgas tidak ragu untuk mengambil tindakan lebih tegas.
Ultimatum Penertiban
Ketegasan ini diambil demi menjaga konsistensi penataan yang sudah berjalan. Irwan menyebutkan, kenyamanan masyarakat dalam berbelanja dan kelancaran arus lalu lintas menjadi prioritas utama pemerintah kota.
“Ya besok kalau mereka masih seperti itu (berjualan di trotoar), kita mau tertibkan. Kita targetnya tertibkan sudah itu,” pungkasnya.
Selain masalah trotoar, Satgas juga tengah melakukan verifikasi ulang terhadap 105 pedagang yang masuk dalam daftar resmi. Hal ini untuk menyisir adanya “penumpang gelap” atau pedagang baru yang mencoba memanfaatkan momentum relokasi tanpa melalui prosedur yang sah. (*)



