Pemkab Sumbawa Catat Peningkatan Capaian Pendidikan Tahun 2025
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mencatat capaian positif di bidang pendidikan pada tahun 2025. Berdasarkan data resmi dari publikasi resmi Pemkab Sumbawa sejumlah indikator menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun 2024, meskipun tantangan pemerataan pendidikan masih perlu mendapat perhatian.
Melansir laman resmi PPID Kabupaten Sumbawa pada Selasa, 24 Maret 2026, kemampuan membaca dan menulis penduduk usia 15 tahun ke atas meningkat menjadi 95,55 persen pada 2025. Menunjukkan efektivitas program literasi dasar dan pendidikan nonformal.
Sementara itu, kemampuan membaca dan menulis huruf selain Latin tercatat sebesar 35,18 persen. Mencerminkan keberagaman literasi sekaligus peluang pelestarian bahasa dan aksara lokal.
Struktur pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas juga menunjukkan tren positif. Penduduk yang hanya tamat SD/sederajat menurun menjadi 24,88 persen dari 27,57 persen pada 2024. Sementara jumlah lulusan SMP/sederajat relatif stabil di 23,98 persen. Lalu, lulusan SMA/sederajat menjadi kelompok terbesar dengan persentase sekitar 26–27 persen.
“Mayoritas penduduk usia 15 tahun ke atas kini telah menempuh pendidikan menengah atas. Dan tren ini menunjukkan keberhasilan kebijakan Pemkab dalam mendorong keberlanjutan pendidikan,” demikian tertulis dalam laporan resmi tersebut.
Peningkatan Pendidikan Tinggi
Peningkatan pendidikan tinggi juga terlihat, mencapai 10–11 persen, meskipun masih belum dominan. Namun, sekitar 12,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas belum memiliki ijazah, menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam upaya pemerataan akses pendidikan. Khususnya bagi kelompok dewasa dan wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.
Pemkab Sumbawa menilai capaian ini muncul dari kombinasi kebijakan peningkatan literasi, keberlanjutan sekolah hingga jenjang SMA, dan penguatan pendidikan nonformal. Namun, pemerintah tetap fokus pada tantangan berikut. Yakni menurunkan lebih lanjut angka penduduk tanpa ijazah, meningkatkan akses pendidikan tinggi, dan memperluas program pendidikan kesetaraan.
“Capaian ini menunjukkan arah kebijakan pendidikan berada pada jalur yang tepat. Namun program harus terus diperkuat. Agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian laporan Pemkab Sumbawa.
Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pendidikan, meningkatkan kualitas SDM. Kemudian memperkuat pendidikan nonformal, sehingga capaian pendidikan di Kabupaten Sumbawa bisa berkelanjutan dan inklusif. (*)



