Sumbawa

16 Tahun Mengabdi Tanpa Pamrih, Sosok Solikin Danru Damkar Alas Gugur Saat Bertugas

Sumbawa Besar (NTBSatu) — Duka mendalam menyelimuti jajaran pemadam kebakaran di Kabupaten Sumbawa, seorang anggota Pos Damkar Kecamatan Alas, M. Solikin bin Abdullah, meninggal dunia setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat menjalankan tugas.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika kabel listrik bertegangan tinggi jatuh dan mengenai korban. Insiden itu menjadi akhir dari pengabdian panjang seorang petugas yang terkenal disiplin dan penuh tanggung jawab tersebut.

IKLAN

M. Solikin, lahir pada tahun 1989. Ia telah mengabdikan diri sebagai petugas pemadam kebakaran sejak tahun 2010 sebagai tenaga honorer daerah. Selama 16 tahun mengabdi, Solikin terkenal sebagai sosok pekerja keras, hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Komandan Regu (Danru) di Pos Damkar Kecamatan Alas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sumbawa, H. Sahabuddin, menyampaikan almarhum merupakan salah satu personel terbaik yang Damkar miliki.

IKLAN

“Almarhum adalah sosok yang sangat bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tugas,” ujar Sahabuddin, kepada NTBSatu, Minggu 22 Maret 2026.

IKLAN

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Solikin sebagai Danru bukan tanpa alasan. Melainkan karena dedikasi dan konsistensinya selama bertugas.

“Karena kinerja dan kedisiplinannya, beliau mendapat kepercayaan menjadi Komandan Regu di Pos Damkar Alas,” katanya.

Mengabdi Selama 16 Tahun

Setelah lebih dari satu dekade mengabdi sebagai tenaga honorer, Solikin akhirnya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2023. Momen tersebut menjadi pengakuan atas loyalitas dan pengabdiannya selama bertahun-tahun.

“Beliau telah mengabdi selama 16 tahun. Itu bukan waktu yang singkat, dan itu menunjukkan komitmen luar biasa terhadap tugas,” tambahnya.

Sahabuddin menegaskan, kepergian Solikin merupakan kehilangan besar bagi institusi pemadam kebakaran di Sumbawa.

“Kami sangat kehilangan. Almarhum adalah salah satu personel yang bisa menjadi teladan bagi anggota lainnya,” ungkapnya.

Hingga akhir hayatnya, Solikin masih berstatus lajang. Ia meninggalkan kedua orang tua dan tiga saudara perempuan yang kini harus menerima kepergian sosok yang selama ini menjadi kebanggaan keluarga.

“Atas nama keluarga besar Damkar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya. 

Kepergian Solikin menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Di balik seragamnya, terdapat dedikasi, keberanian, dan pengabdian yang sering kali tak terlihat.

Kini, nama Solikin akan selalu terkenang sebagai sosok petugas yang mengabdikan hidupnya untuk melindungi masyarakat, hingga menghembuskan napas terakhir dalam tugas. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button