Sumbawa Barat

Warga KSB Tak Perlu Pusing Harga Cabai Mahal, Program GGM Sasar 65 Desa Lewat Kelompok Dasawisma

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Ketahanan Pangan, terus berinovasi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan angka kemiskinan. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah optimalisasi program Gerakan Gemar Menanam (GGM), yang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada triwulan kedua 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB, Nurul Syaspri Akhdiyanti menjelaskan, program GGM tahun ini merupakan bentuk penyempurnaan dari program serupa di tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pemberian bantuan bibit secara perorangan kepada rumah tangga, kini fokus pada penguatan berbasis komunitas melalui kelompok dasawisma.

IKLAN

Menurut Nurul, perubahan strategi ini berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu. “Kalau sendiri-sendiri, semangatnya seringkali timbul tenggelam. Namun, dengan berkelompok, akan ada kerja sama dan semangat saling mengingatkan antaranggota,” ujarnya, kepada NTBSatu, Senin, 16 Maret 2026.

IKLAN

Setiap kelompok dasawisma akan terdiri dari 10 orang anggota yang berasal dari keluarga dengan kategori ekonomi desil 1 dan 2. Langkah ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu menjadi jaring pengaman ekonomi, saat terjadi lonjakan harga pangan, khususnya cabai yang seringkali menjadi pemicu inflasi.

IKLAN

Sinergi Lintas Sektor dan Kepastian Lahan

Program GGM kali ini melibatkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Mulai dari Dinas Sosial untuk sinkronisasi data DTKS, hingga tim penggerak PKK sebagai motor penggerak Dasawisma.

Selain itu, legalitas kelompok akan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) dari kepala desa masing-masing. Tujuannya, untuk memastikan komitmen di tingkat akar rumput.

Terkait kendala lahan yang sering warga keluhkan, Nurul menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa. “Jika anggota tidak memiliki lahan pribadi, desa bisa memfasilitasi melalui pemanfaatan kebun desa atau lahan kosong lainnya,” jelasnya.

Target Pelaksanaan

Saat ini, proses identifikasi dan pendataan telah berjalan. Dinas Ketahanan Pangan menargetkan, 65 desa dan kelurahandi seluruh KSB akan tersentuh program ini. Distribusi bibit cabai rawit, cabai keriting, dan tomat direncanakan akan dilakukan segera setelah momen Lebaran, tepatnya pada bulan Mei mendatang.

Dengan karakteristik tanaman cabai yang bisa panen berkali-kali dalam jangka waktu panjang, harapannya program GGM mampu membuat masyarakat mandiri pangan di pekarangan sendiri. “Tujuannya agar saat harga cabai melonjak di pasar, masyarakat kita tidak perlu pusing lagi. Mereka cukup memetik di pekarangan masing-masing,” tutup Nurul. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button