Sikapi Teguran Menteri KP, Kejari Lotim Sidak Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Ekas
Lombok Timur (NTBSatu) – Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Kejari Lotim) bergerak cepat merespons polemik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) dari Bidang Intelijen turun langsung ke lokasi untuk mengaudit fisik proyek tersebut.
Langkah ini guna memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor perikanan tersebut berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tidak terjadi penyimpangan anggaran.
Kepala Kejari Lombok Timur, I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati menegaskan, pengawasan lapangan ini krusial untuk mengecek kualitas pengerjaan secara objektif. Menurutnya, pengawalan proyek negara tidak boleh hanya berhenti di tumpukan dokumen administratif.
“Kami ingin memastikan kualitas fisik bangunan sesuai dengan ketentuan yang ada. Anggaran negara harus benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir,” ujar Fitria.
Kejari Lotim berkomitmen, akan terus melakukan fungsi kontrol hingga seluruh fasilitas di Kampung Nelayan Ekas siap beroperasi tanpa kendala konstruksi.
Kunjungan Menteri KP
Sidak ini merupakan buntut dari kemarahan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu. Menteri Trenggono secara blak-blakan mengkritik kualitas pengerjaan yang ia anggap jauh di bawah standar.
Sejumlah poin yang menjadi sorotan tajam meliputi buruknya aspek penyelesaian dan detail bangunan yang terkesan asal-asalan. Selain itu, terdapat kendala fungsional pada akses gudang beku (cold storage) yang ia nilai terlalu sempit sehingga berpotensi menghambat operasional. Secara fisik, terdapat kerusakan berupa keretakan cukup lebar pada lantai semen di area gudang beku portabel.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono sempat menegur pihak pelaksana secara langsung terkait mutu bangunan. “Saya minta semua dibenerin, dikoreksi semua, finishing-nya, nggak benar ini,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan komitmen kontraktor dalam menjaga kualitas pekerjaan. “Kamu bikin bangunan kaya gini, kenapa? Bagus nggak bangunannya? Coba kamu bikin yang benar dong,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan, setiap proyek strategis yang publik biayai harus memiliki standar kualitas tinggi. Kejari Lotim juga memastikan, akan terus melakukan fungsi kontrol hingga seluruh fasilitas di Desa Ekas siap digunakan sepenuhnya tanpa ada kendala konstruksi. (Andini)



